Atas nama seni…

Lagi gak produktif sama sekali, bahkan untuk mikir pun males. Jadi, lebih baik mempublish tulisan-tulisan lama sekali (hehe) yang masih bertumpuk di meja redaksi. Memang, masih kasar gitu karena namanya juga masih draft. Tapi biarkanlah.

Oh iya, untuk yang comment soal postingan lalu, dan juga teman-teman saya yang menasehati saya untuk tetap sabar dan merelakan dia pergi, saya baik-baik saja kok, dan saya sudah merelakan dia sejak menit pertama. Sungguh.

Hanya saja, saya jadi ingin menguji teori, seandainya saja kondisinya berbalik; saya yang meninggalkan pacar saya demi seorang gadis yang lebih cantik dan lebih muda, apakah tindakan saya masih bisa dicap wajar dan disikapi dengan permisif –sebagaimana teman-teman menyikapinya– atau saya akan disebut sebagai buaya darat (seperti biasanya)?

Nevermind, gak usah dijawab juga. Saya sudah tau juga jawabannya 🙂

Well, postingan ini ditulis March 21, 2006 at 12:04 am. Mungkin masih berhubungan sama kasus yang lagi semarak saat ini 😀
Read More