Blog Itu Bukan Mesin Penghasil Uang

Saya harus jujur, bahwa beberapa minggu ini hidup saya berjalan dengan plot maju-mundur, sambil mengalami percepatan dan perlambatan. Terlalu banyak hal yang harus dipikirkan, dan semua menuntut untuk menjadi prioritas; antara komunitas, kuliah, teman, rejeki dan –yang paling penting– keluarga.

Pelan-pelan saya juga mulai menyadari, bahwa fungsi blog ini tidak lagi sama ketika pertama kali saya membuat blog di akhir tahun 2001/awal tahun 2002 (saya lupa kapan tepatnya, karena memang banyak sekali archive yang tidak terselamatkan dari masa lalu). Gaya bahasa sudah berubah, pemikiran yang dulu meloncat-loncat dan berapi-api sekarang harus sedikit di-rem, pembahasan yang dulu nggak jauh-jauh dari cinta sekarang sudah mulai berkurang, dst. Klise mungkin, tapi kesibukan, sangat terbatasnya akses internet disini, ditambah lagi gempuran situs social networks agaknya telah mengurangi kemampuan menulis dan berpikir saya yang penuh keterbatasan ini.

Ketika menjelajah blogosphere, saya menemukan sebuah artikel bagus yang ditulis oleh Dan Benjamin mengenai Personal Web. Iya, istilah ini mungkin sangat sering dipergunakan para era 2001 ketika pertama kali saya berkenalan dengan HTML. Ben juga menulis tentang pengaruh social networks terhadap blog.

Membaca tulisan Ben saya jadi punya bahan posting, namun mungkin agak berbeda sudut pandangnya. Berhubung saya juga sedang “membangun” sebuah komunitas blog di kampung halaman ini, saya ingin bercerita mengenai uneg-uneg yang sudah lama mengendap di kepala, yaitu soal blogging.

Read More