Menggila Menanggung Rindu

Kugenggam terus tanganmu, Nascya
kau peluk aku, bersandar manja
aku mengerti jalan waktu cepat terasa
tapi coba pejamkan mata,
kubawa engkau mengunjungi syurganya dunia

Kupandangi matamu semakin lama
jawaban disana kutahu tak ada
mataku pun basah, tapi entah mengapa

Read More

masih tersungkur untukmu

keterjang gelap, rebahkan pekat..

kuperangkap rembulan, lelaplah disampingku..
kujungkir balikkan dunia, jika itu yang kau mau..
kuterangi langit malam, jika itu yang kau tunggu…

lalu kau akan tahu,
aku masih tersungkur untuk hatimu
tak beranjak kemanapun,
sampai kapanpun…

hari ini pun, masih tetap kamu yang tersenyum manja di setiap sudut jalan dengan memegang bunga dan berpakaian serba pink.. walaupun cuma bayangan, tapi masih kamu…

cuma kamu…

ah, kujungkir balikkan saja dunia ini…

ketika,

ketika sebuah mimpi tak lagi berbentuk,
maka yang tersisa hanyalah sebuah doa..

ketika hidup sudah tidak lagi terasa bermakna,
mungkin mati menjadi sebuah solusi yang menggoda..

ketika memilih untuk mati menjadi sebuah dosa,
mungkin doa untuk segera dicabut nyawa menjadi pertimbangan..

ketika, aku terbangun suatu pagi,
dan merasa semua orang mengkhianati aku,
tak ada yang tersisa tak jua seorang yang bisa memberi arti,

ketika itu, dosa dan kenangan sudah tak ada artinya………….

ketika,

ketika kau mulai kesepian,
dan tak ada yang mau menemani,
saat itu kau akan mengerti apa artinya teman..

ketika kau ingin berkeluh-kesah,
dan tak seorangpun yang mau mendengarkan,
saat itu kau akan menghargai keramaian..

ketika kau mulai lelah,
berhadapan dengan berkali-kali kegagalan,
dan tak ada seorangpun yang mau memapah,
tidak pula ada yang mendengarkan,
saat itu teman, kau akan mengerti apa arti kehidupan..

ketika semuanya menjadi tidak berarti,
dan satu-satunya yang kau harapkan adalah sebuah senyuman…..

pujaan langit malam

suatu malam yang kuingat jelas,
aku sedang memandangi langit malam
menunggu bintang jatuh,
mencuri-curi saat untuk membuat sebuah permintaan

lalu aku melihatmu……

bayanganmu berpendar sejuta warna.
kau melesat secepat mahacahaya..

berliuk indah dengan penuh keanggunan,
menukik dengan sempurna..
lalu pecah menjadi jutaan titik kecil,
melukis langit dalam waktu beberapa detik.
dan seisi jagad raya terpana…

saat itu, aku melihatmu dimana-mana.

malam itu, aku jatuh cinta….

“Tuhan, aku ingin hidup dengannya..” hatiku yang berkata.

malam itu, 329 hari yang lalu.
dan hingga kini, tak ada yang berubah dalam setiap doa malamku…

tes vous, mon amour? ne savez-vous pas je t’aime?

aku minta,

Tuhan,
sore ini aku menangis.. aku lelah..
lelah sekali sampai tak bisa berpikir lagi…

Tuhan,
aku lelah sekali… aku ingin meninggalkan dunia surrealitas ini…

aku… lelah sekali… aku ingin tidur…

kepada, momen inersiaku

niatnya sih, pengen nyambung postingan yang kemaren, tapi dibypass dulu ya.. ada beban berat yang gak bisa ditahan lagi dalam hati ini ^^

postingan ini, ditujukan untuk kamu *ini janjikuuhh*, kamu, kamu, dan kamu.. serta siapapun yang merasakan hal yang sama *list-nya masih panjang.. hehehe* 🙂

dan maap kepada teman-teman, saya mengingkari janji.. saya menulis puisi lagi di blog ini, tapi saya janji tidak untuk postingan berikutnya.. maap yaaa ^^

PS: tentu saja, puisi ini awalnya ditulis untuk kamu.. ditulis pagi-pagi buta setelah azan subuh, seperti biasanya..

aku ingin mencintaimu,
seperti momen inersia yang diungkapkan newton,
hanya diam sesaat,
lalu bergerak beraturan setiap kali dibutuhkan..
tapi aku belum bisa,
karena bahkan kau tak memiliki gravitasi,
karena kau bebas terbang dengan sayapmu..

aku lelah tetap menjadi gaya sentrifugal,
sementara kau menjadi sentripetal..
tidak bisakah kau hanya menjadi titik itu saja,
sementara aku yang menjadi gayanya?

bersediakah kau, untuk tetap diam,
dan aku yang memutari lingkaranmu?
agar aku bisa berjanji,
aku yang akan menjadi sentrifugalmu sepanjang nafasku
terjaga di setiap lelapmu,
dan melengkapimu dengan setiap kekuranganku

karena aku tak punya apa-apa..
karena aku, hanya punya hati ini,
dan cinta…

dan aku tadi malam mimpi kamu, senyum manis sekali 🙂 memelukku dalam tangis, karena letih menghadapi dunia.. kamu, tadi malam bener-bener cantik, dan kelihatannya usaha untuk diet itu gak percuma yah….? 🙂 bener-bener cantik..

yaah, setidaknya, terima kasih sudah datang jauh-jauh ke mimpiku, dan terima kasih telah tersenyum lagi..

jika, aku menghampirimu kesana, dan berdiri dibelakangmu detik kau membaca tulisan ini, memotong rambutku di depan kamu, membuang bungkus merah rokokku dan menemanimu setiap hari, menggenggam tangan kamu setiap saat, maukah kau mengubah mimpiku menjadi nyata? kumohon, jangan berfikir apapun lagi..

karena aku tidak lagi menyayangimu, karena aku sudah mulai mencintaimu..

Tuhan, tolong ampuni aku karena telah jatuh cinta lagi…

romantisme subuh

aku tuliskan kalimat-kalimat ini disaat aku rindu
sangat rindu untuk bertemu denganmu
berharap sangat, bahkan hanya untuk bisa mendengar suaramu
walau aku tahu, kau tak mungkin mendengarku

aku tahu, kau begitu dekat
aku tahu itu, walau mungkin kau tak ingin mendekat…

sudahlah, mungkin memang aku hanya bisa jadi pemuja rahasiamu
orang yang akan selalu ada,
bahkan disaat mentari dan rembulan nanti bertemu

terima kasih, untuk semua tawa dan canda
terima kasih, untuk semua semangat dan nafas kehidupan
terima kasih, untuk semua perhatian dan harapan

namun, tolonglah tahu..
setiap kataku, memang terucap untukmu

dan saat ada anak adam lain yang mendekatimu,
katakan pada hatimu, aku suka kamu

ya, aku suka padamu…

[ditulis tepat setelah aku berdoa padaNya, bersyukur karena Dia telah menunjukkan kau kepadaku.. dinginnya air pagi ini, tak lagi berarti dibandingkan rindu dihati.. andai kau ada disini, untuk tahu, betapa indahnya subuh pagi ini…]

selamat datang di romantisme subuh, dimana kita semua adalah sahaya, dan cinta adalah tuannya

udara ini..

mungkin tak lagi terasa sesak saat menghimpit,
menceritakan semuanya kepada bintang di langit malam..

melegakan sebenarnya..

aku mungkin tak harus meniti lajur-lajur tanya lagi
dimana aku harus tersentak dari tidur malamku,
mencoba mereka-reka celah keheningan..

selamat datang di romantisme subuh
dimana semua kita adalah sahaya,
dan cinta adalah tuannya..

sebuah perkataan

entahlah.. aku bingung saat harus berkata apa..
bukannya aku tak punya perasaan yang tersimpan,
hanya saja semuanya seperti rahasia semesta, yang aku tak akan pernah bisa mengungkapnya sampai kapanpun..

aku katakan, bila bintang menjelma malam ini, aku akan bertanya padanya..
tapi tak pernah, saat dia datang dalam malamku, aku bisa bertanya..
apakah sebenarnya yang tersimpan dari keindahan itu…?

aku selalu mencoba, bukannya aku terdiam membisu
tapi dua puluh tahun hidup untuk mengerti saja, aku masih meraba..
aku masih sering terjatuh untuk mengatakannya..

apa aku akan sanggup menatap cahayanya…?

mempesona, bahkan sangat menjanjikan..
kalau aku bisa, kupeluk bentuk indah itu seumur hidupku..
katakan aku bisa

satu saja.. satu saja, untukku selamanya…

tidak pernahkah bintang bersinar terang lagi…?