Budi Pekerti Luhur

Beberapa hari yang lalu, salah seorang langganan di warungku membeli jajanan seperti biasanya. Dia juga berombongan dengan teman-temannya, masih seperti biasanya. Namun tiba-tiba dia mengucapkan sesuatu yang membuat aku berpikir panjang, “brother, my friends said that brother are handsome”. Polos, sambil lihat kanan kiri lalu cekikikan.

Bukan soal aku dibilang –ehm– ganteng itu yang membuat aku berpikir panjang –toh mereka adalah anak-anak SMP, tapi soal kalimatnya itu. Sadar nggak, ada yang aneh dengan kalimat itu?

Read More

Inisiasi Demi Sebuah Janji

Ketika seorang blogger tidak menulis untuk waktu yang cukup lama, maka belum berarti dia kehilangan semangat untuk nge-blog. Saya pun tidak melulu sepakat bahwa seorang blogger setidaknya harus memiliki interval waktu tertentu yang konsisten untuk menulis.

Bagi saya, kembali lagi, blog adalah manifestasi kecintaan saya terhadap sesuatu yang kami bangun dan usahakan bersama. Blogbugs, Angkringan dan BBV memiliki tempat dan jasa yang terlalu penting untuk saya dalam hidup, yang sedemikian pentingnya sehingga kadang saya berpikir bahwa walaupun saya mendapatkan penghasilan karena nge-blog, saya (pribadi) kurang etis untuk mencari uang dari blog. Tapi itu saya pribadi saya loh ya 🙂

Blogger seharusnya menjadi sosok independen yang tidak terikat terhadap suatu hal, bahkan termasuk pengunjung setia blognya. Dia (seorang blogger) seharusnya menulis apa yang dia mau, apa yang dia pikirkan, tentang sesuatu yang menjadi perhatiannya. Setidaknya, demikian untuk saya pribadi.

Read More

Anomali Dalam Orientasi Hati

Sekeluarnya dari ruang gelap yang biasa memutar berjuta frame dengan resolusi tinggi itu aku tercenung. “The Day the Earth Stood Still” judulnya, yang dengan sangat terlambatnya sampai ke bioskop kota kecil ini. Mau bilang apa, ya terima saja.

Film itu bagus, dengan sudut penceritaan yang agak outstanding walaupun temanya sudah agak mainstream; setidaknya bagi para pencinta sinema. Tapi kurasa tak perlu lah dibahas bagaimana jalan ceritanya, tinggal arahkan saja peramban situs favorit kalian ke situs pencari sejuta umat.

Masih di tempat yang sama, aku perhatikan film-film lain yang diputar di studio-studio lainnya. Soal hantu, soal cinta, soal komersialisasi tubuh yang dibungkus komedi; ah tak ada yang menarik. Tinggal tunggu waktu saja sampai cerita soal kisah cinta remaja hantu yang seksi dengan judul “Susahnya Jadi Hantu 9”.

Oh, tapi tunggu dulu, bukannya Kiki Fatmala sudah menjadi trend-setter topik sejenis di masanya ya?

Read More

Blog Itu Bukan Mesin Penghasil Uang

Saya harus jujur, bahwa beberapa minggu ini hidup saya berjalan dengan plot maju-mundur, sambil mengalami percepatan dan perlambatan. Terlalu banyak hal yang harus dipikirkan, dan semua menuntut untuk menjadi prioritas; antara komunitas, kuliah, teman, rejeki dan –yang paling penting– keluarga.

Pelan-pelan saya juga mulai menyadari, bahwa fungsi blog ini tidak lagi sama ketika pertama kali saya membuat blog di akhir tahun 2001/awal tahun 2002 (saya lupa kapan tepatnya, karena memang banyak sekali archive yang tidak terselamatkan dari masa lalu). Gaya bahasa sudah berubah, pemikiran yang dulu meloncat-loncat dan berapi-api sekarang harus sedikit di-rem, pembahasan yang dulu nggak jauh-jauh dari cinta sekarang sudah mulai berkurang, dst. Klise mungkin, tapi kesibukan, sangat terbatasnya akses internet disini, ditambah lagi gempuran situs social networks agaknya telah mengurangi kemampuan menulis dan berpikir saya yang penuh keterbatasan ini.

Ketika menjelajah blogosphere, saya menemukan sebuah artikel bagus yang ditulis oleh Dan Benjamin mengenai Personal Web. Iya, istilah ini mungkin sangat sering dipergunakan para era 2001 ketika pertama kali saya berkenalan dengan HTML. Ben juga menulis tentang pengaruh social networks terhadap blog.

Membaca tulisan Ben saya jadi punya bahan posting, namun mungkin agak berbeda sudut pandangnya. Berhubung saya juga sedang “membangun” sebuah komunitas blog di kampung halaman ini, saya ingin bercerita mengenai uneg-uneg yang sudah lama mengendap di kepala, yaitu soal blogging.

Read More

Undangan Pernikahan…

Surat undangan itu...

Menikah adalah sebuah anugerah dan tahapan penting dalam kehidupan manusia. Dengan menikah, apalagi jika dijalani dengan niat untuk beribadah dan dengan penuh kasih sayang serta pengertian, seolah-olah pintu langit akan dibuka untuk mengucurkan rezeki kepada umat manusia.

Read More

Solfège Anomaly

Solfege Anomaly

Because you’re the only note I can sing, the only harmony I can play. Damn it, you’ve turned my solfège into an anomaly..

Forgetting is out of my capability, so I’m gonna start hating you as much as I liked you.

Tidak Adil

Negara ini tidak adil kepada para pejabat; karena ketika rakyat sedang berjuang dan berikhtiar dalam menghidupi diri dengan sederhana dan kondisi ekonomi yang morat-marit, para pejabat diharuskan untuk menikmati segala fasilitas mewah sesuai dengan amanat undang-undang. Padahal, sejak awal mereka sudah berjanji, bahwa mereka akan melayani rakyat. Bukankah tidak adil apabila mereka tidak boleh melaksanakan janji mereka karena dibatasi oleh protokol?

Apa kata dunia, kalau pelayan hidupnya jauh lebih mewah dari tuannya?

Negara ini juga tidak adil kepada para wakil rakyat; karena saat rakyat diterpa bencana kelaparan dan banjir dimana-mana sehingga harus hidup di pengungsian, para wakil rakyat dipaksa untuk menerima kantor baru mereka yang sedang direnovasi dengan biaya puluhan Milyar. Padahal, ketika mereka belum dipilih, mereka sudah berikrar bahwa mereka akan menjadi penyambung lidah rakyat. Bukankah tidak adil jika mereka terpaksa menunda masalah mikro karena mereka terpaksa untuk melakukan lobi politik di tempat mewah?

Apa kata dunia, kalau penyambung lidah rakyat hanya membela segelintir orang?

Read More

Untuk Keamanan Mereka

Dengan alasan apapun, seharusnya pemerintah tidak melakukan ekspos terhadap data pribadi warganya. Apalagi jika yang diekspos adalah data siswa –yang notabene masih remaja dan sangat muda. Ada banyak sekali kejahatan yang mungkin dilakukan terhadap seseorang, hanya dengan mengetahui informasi-informasi tertentu –yang seharusnya dirahasiakan.

Namun rupanya, hal semacam luput dari pemikiran Departemen Pendidikan Nasional. Dengan cerobohnya mereka mempublikasikan data pelajar SELURUH INDONESIA, lengkap dengan alamat dan keterangan lainnya. Tidakkah mereka mempertimbangkan probabilitas dan resiko dari kebijakan mereka itu.

Saya benar-benar terkejut, bahwa hanya dengan bermain sedikit logika pencarian di mesin pencari, data-data tersebut terpampang dengan sangat mudahnya. Dan terakhir saya cek, walaupun database tersebut sudah inaccessible melalui server diknas (mudah-mudahan memang sudah sengaja dihapus), tapi sudah terlanjur terindeks oleh mesin pencari.

I am writing this as an objection, on behalf of those parents whose kids were exposed. And as a request to Google Inc and any other related company, please remove those databases and chaches. We never know what those criminals could do out there.

Walaupun (dan saya yakin) bahwa pihak Diknas memiliki maksud yang baik untuk hal ini, tapi percayalah, akan lebih baik jika data-data semacam ini diberikan tingkat restriksi dan hanya digunakan oleh orang yang berwenang.

Dan tentunya seperti para blogger yang terlebih dahulu sudah menulis masalah ini, dan demi kebaikan bersama, saya tidak akan memberikan tautan yang dimaksud. Dan saya menyarankan jika Anda ingin menulis masalah ini (dan sebaiknya begitu), mohon juga merahasiakannya.

link terkait:

Jadi begini..

Mumpung saya sedang tidak terlalu minat untuk berpikir berat-berat, maka saya ingin berpikir yang gampang-gampang saja. Saya sebenarnya sangat ingin berbicara politik ringan –yang biasa kami sebut disini sebagai politik warung kopi, tapi saya takut diprotes simbok 😀

Dan kalau-kalau ada yang bertanya-tanya; tidak, saya belum ada tertarik untuk bergelimangan harta di atas penderitaan rakyat 🙂

Jadi begini saja lah, ada dua pertanyaan yang terus menerus berputar-putar di kepala saya. Akan sangat membantu kalau kalian-kalian yang di seberang sana mau menjawabnya, dengan ataupun tanpa penjabaran teoritis maupun data penelitian.

Read More