Ramadhan ini…

Ramadhan kali ini terasa sedikit lebih khusyuk, entah mengapa. Walaupun sesekali masih muncul godaan di malam harinya, tapi melewatkan malam tanpa berkumpul berjamaah di surau besar dekat rumah rasanya sungguh sayang.

Sengaja pula dipilih surau yang agak jauh itu, karena disana setiap malamnya ada ceramah sebelum bertarawih. Tak setiap malam memang –seperti saya katakan, godaan terkadang ada– namun sebisa mungkin saya usahakan bermakmum kesana.

Read More

Ahmadiyah; Sebuah Tanggapan

Di dalam Islam, sebenarnya sejak jaman dahulu telah banyak terjadi perbedaan dalam golongan dan aliran yang ada. Dan hingga kini pun, ada bermacam golongan dan aliran yang biasanya memiliki beberapa perbedaan pendapat, sesuai dengan keyakinan masing-masing. Ada yang menyebut diri Sunni, ada pula yang Syi’ah. Kaum Sunni sendiri terbagi-bagi lagi pada pengikut Syafi’i, Hambali, Hanafi dan Hambali. Demikian juga kaum Syi’ah. (Untuk referensi lebih lengkap mengenai mazhab, silahkan membaca tautan ini).

Namun demikian, perbedaan yang ada biasanya (dan seharusnya) hanya perbedaan dalam tataran fiqih, karena jika perbedaannya ada dalam tataran tauhid, selayaknya dan sepantasnya golongan tersebut tidaklah merupakan bagian dari Islam lagi. Sebagai contoh adalah kasus Al Qiyadah yang terang-terangan mengakui Mosadeq sebagai nabi dan rasul.

Dan siaran berita beberapa hari ini kembali diramaikan dengan pemberitaan mengenai Ahmadiyah. Sejujurnya, saya sangat miris mengikuti pemberitaan yang ada, dengan adanya tindak kekerasan yang dialami oleh anggota jemaat Ahmadiyah. Apapun alasannya, negara kita adalah negara hukum, dan hukum jalanan bukanlah sesuatu yang diakui di negara ini.

Sebagai seorang Syafi’iyah, sedari kecil saya mendapat pendidikan agama dari Al-Washliyah. Dan sedari kecil pula saya terbiasa mempelajari perbedaan-perbedaan golongan dan aliran yang ada. Namun demikian, saya tahu saya tidak memiliki cukup kompetensi untuk mengukur mana yang paling benar, sehingga mengenai Ahmadiyah sendiri, saya akan berada di dalam zona abu-abu. Mengapa demikian?

Read More