Medan dan Bika Ambon

Ini cerita mengenai sebuah makanan khas dari kota Medan yang bernama Bika Ambon. Walaupun diberi nama Bika Ambon, tapi makanan ini sama sekali tidak berasal dari Ambon.

Bika Ambon asli Medan

Semua pasti tahu soal kue ini, atau minimal pernah mendengar namanya. Dulu pun ketika saya masih merantau, setiap kali selesai mudik pasti akan ada teman saya yang bertanya soal kontroversi nama kue ini, dan saya sudah jelaskan kepada mereka. Namun karena di TV ada anak pintar yang bertanya mengapa oleh-oleh khas Medan ini disebut Bika Ambon, maka baiklah saya akan bercerita, demi tanggung jawab saya sebagai anak daerah 😀

Read More

Artificial Heart

Pertama aku melihatmu, rasanya seperti pengguna MS-DOS yang diperkenalkan kepada OpenSuse dengan KDE 4. Terpana, terpesona, terpukau oleh sesuatu yang luar biasa.

Ketika ingin mengenalmu, rasanya seperti programmer yang dipaksa debugging di ruangan server dalam kondisi kelaparan. Dingin, tak bisa berpikir jelas, tersiksa.

Saat mencoba mendekatimu waktu ke waktu, rasanya seperti script kiddie tanpa exploit di Defcon. Clueless, merasa bodoh, kebingungan.

Melewatkan waktu bersamamu, rasanya seperti seorang internet freak yang sendirian di hot spot berkecepatan terabit. Seperti di surga, bahagia, walau cuma sementara.

Ketika kemudian berharap untuk mendapatkan hatimu, rasanya seperti menginstal OS X 86 di komputer rakitan yang tua. Harap-harap cemas, putus asa, berharap ada manual untuk semuanya.

Read More

Tak Perlu Keliling Dunia

Karena Amy Winehouse berkata, “Love is a loosing game..”

Dan aku berpikir, apakah aku masih punya cukup taruhan untuk berjudi mendapatkan hatimu. Inginnya begitu, tapi aku sudah bangkrut dan hancur lebur di meja –the so called– cinta.

Tapi aku pikir-pikir lagi, kalaulah kau tantang aku untuk memenangkanmu, sepertinya tak akan sanggup aku menolak. Karena tiba-tiba aku merasa, bahwa tak ada gunanya aku memiliki semuanya jika tak ada yang menghabiskannya.

Read More

Virginia Moon..

Karena kau memang cantik dengan jilbab yang tertutup rapat. Tiada bandingnya dengan mereka yang mengumbar aurat. Aduh hatikuuu..

“Dearest constellation, heaven surrounding you
Stay there, soft and blue. Virginia Moon, I’ll wait for you tonight
Sweetest invitation, breaking the day in two
Feeling like I do, Virginia Moon, I’ll wait for you tonight

Adaptation and Surviving 101

Pulang ke Medan membawa aliran oksigen baru untuk saya. Setelah hampir delapan tahun menjadi orang asing di kota ini, saya pun kembali datang dan mencoba meresapi kehidupan disini. Seperti yang pernah saya tulis dulu, bahwa hidup disini agak lebih teratur ketukannya dan lebih lambat temponya –dan jalan disini banyak yang telah berubah arah sehingga saya sering nyasar 😀

Tapi hal yang paling saya bisa resapi adalah, disini saya belajar lagi untuk tarik nafas, buang nafas. Tidak mudah ternyata, karena begitu banyaknya kesalahan-kesalahan di masa lalu yang baru berakibat saat ini. Tapi tidak apa-apa, bukankah hidup adalah belajar?

Read More

what the ….???

plan no. 1:
working on company profile, project proposal, budget calculating..
[STATUS: DONE]

plan no. 2:
funding proposal.. total budget 30.000..
[STATUS: DONE]

plan no. 3:
meetings and a lot of meetings with the investors, brainstorming..
[STATUS: DONE]

plan no. 4:
nyari gedung untuk kantor.. gedung pertama, cuman satu lantai.. space-nya ga cukup untuk semua divisi.. batal..
cari gedung baru, 4 lantai.. nyocokin harga.. 4.500 pertahun.. deal..
[STATUS: DONE]

plan no. 5:
gambar-gambar denah.. bagi-bagi setiap lantai untuk masing-masing divisi..
[STATUS: DONE]

plan no. 6:
cari-cari komputer yang sesuai kebutuhan, koneksi ADSL yang bagus, other peripherals..
[STATUS: DONE]

plan no. 7:
booking truk dan kontainer untuk ngangkat peralatan dari kalimantan..
[STATUS: DONE]

plan no. 8:
mantapin semua divisi untuk siap bekerja, mulai brainstorming dengan semua staff..
[STATUS: DONE]

plan no. 9:
siap-siap untuk pembukaan kantor baru..
[STATUS: DONE]
and suddenly……
ALL PLANS TERMINATED!!! yang punya gedung minta dibayar langsung 3 tahun!

what the……????????
dari mana lagi nyari duit 9.000 dalam waktu seminggu???
dah gitu, budget total melonjak drastis jadi 50.000?? what the…????
SH*T!!!!!!!! SH*T!!!!!!!! SH*T!!!!!!!! SH*T!!!!!!!!
ulang lagi dari plan pertama? ngerombak semua proposal????
ARRRGGGGHHHHHHHHHHHH!!!!!!!

Tuhan, beratnya cobaan ini….

pemimpi subuh (part 2)

Deo uring-uringan, sudah 2 hari ini dia tidak bisa tidur dengan nyenyak, otaknya penuh pertanyaan dan pernyataan. Permasalahan hubungan cinta dengan pacarnya saat ini jadi issue paling besar dalam hidupnya..

Oh tidak, cinta lagi.. selalu cinta.

Ada apa sih sebetulnya dengan Deo? Apa yang jadi masalah sebenarnya?

Deo adalah tipikal orang yang punya kesibukan luar biasa, orang yang punya banyak sekali waktu untuk bekerja, sedikit waktu untuk beristirahat, dan hampir tidak ada waktu untuk yang lainnya. Inilah sebenarnya awal mula mengapa dia menjadi orang yang dingin dan sedikit anti-sosial dalam bergaul, bukan karena dia tidak memiliki keinginan untuk jadi “pengusaha gaul”, tapi sering kali, jika Deo sudah kurang istirahat, dia jadi gampang marah tanpa sebab yang pasti, maka dari itu, dia tidak ingin diganggu siapapun..

semua teman-teman dekatnya tau kebiasaan itu, maka jika instensitas Deo tersenyum hanyalah dua atau tiga kali dalam sehari, atau jika Deo hanya menjawab pertanyaan dengan singkat dan padat, maka tidak akan ada yang berani mengganggunya..

bad habit, yang berpengaruh buruk pula terhadap kehidupan cintanya..

Sudah beberapa hari ini, Deo sengaja menghindari Ayya.. dia terjebak dalam paradigma putusin-jangan-putusin-jangan walaupun kali ini tanpa menghitung kancing..

Di satu sisi, Ayya adalah gadis yang sangat baik, Ayya tidak pernah mengecewakannya, Ayya selalu ada jika dia butuhkan. Disisi lain, Deo tidak pernah bisa benar-benar jatuh cinta lagi kepada orang lain, karena sebenarnya, Deo masih belum bisa melupakan mimpi-mimpi masa lalunya..

Deo mengenal Ayya pada sebuah acara di Australia 6 bulan yang lalu, 2 bulan setelah terakhir kali dia bertemu dengan Fia. Saat itu Deo sedang menjajaki kemungkinan untuk melebarkan perusahaannya kesana, sementara Ayya sedang liburan. Saat itu Deo sedang mencoba melupakan Fia, sementara Ayya sudah lama single.

Deo sendiri sebetulnya waktu itu sedang tidak berusaha untuk mencari pengganti Fia di hatinya.. saat pertama kali bertemu dengan Ayya pun, Deo tidak merasakan sesuatu hal yang istimewa. Dan tiba-tiba waktu berjalan dengan sangat cepat, tanpa disadarinya, dia sudah berstatuskan “MILIK AYYA”.

Sebetulnya, 2 bulan pertama semuanya berjalan lancar, Deo mulai mencoba untuk menyayangi Ayya.. sampai akhirnya, Deo menyadari bahwa Ayya punya sifat keibuan yang sangat besar, sifat ngemong, Ayya harus tahu bagaimana kabar Deo setiap hari, Ayya yang over-protective kepada Deo.. dan hal itu agak sedikit mengusik Deo. Sampai akhirnya, Deo menyadari bahwa selama ini, dia suka kepada Ayya, dia menaruh hati kepada Ayya, dan Deo terlalu memaksakan untuk mencoba jatuh cinta kepada Ayya..

Dan hari ini dia sadar, dia gagal..
Deo mengambil organizernya, mencoba menulis sesuatu untuk Ayya..

Maafkan aku, kekasih hatiku..
Telah duakan cintamu dalam hatiku..
Meski tak didalam hariku..Sesungguhnya aku, masih belum bisa lupakan dia,
Yang telah lama kuharapkan kan jadi milikku..
Mungkin kau pun tahu..

Apalagi yang akan kukatakan,
Saat cinta tak mungkin kan bertahan,
Tak sanggup kusakiti kau lebih lama lagi..
Mencintaimu, tak lagi indah…

“Deo lagi nulis apa sih, sayang? aku ke toilet bentar yah..”
“ya udah, jangan lama-lama ya..” Deo dengan nada datar.

Deo terlarut lagi dalam lamunannya di sudut sebuah kafe di seputaran Kemang, ketika sayup-sayup Deo mendengarkan homeband kafe itu membawakan lagu milik The-Cure, lagu lama yang dia hafal benar,

Oh Elise, it doesn’t matter what you do,
I know I’ll never really get inside of you..
To make your eyes catch fire the way they should,
The way the blue could pull me in,
If they only would.. If they only would..At least I’d lose this sense of sensing something else
That hides away from me and you..

dulu Deo tidak pernah mengerti apa inti lagu itu, namun kini dia mengalaminya sendiri..

“Deo..? jalan yuk.. kemana yah enaknya? Nonton aja yuk, ‘TIGA JAKA CINTA’ kayaknya bagus deh..”
“duh sori, aku gak bisa.. Aku harus nyiapin presentasi, ntar malem aku harus meeting..”

“tuh kaaaan, Deo sih sekarang gitu, sombong ih..”
“bukannya sombong, tapi aku beneran harus meeting ntar malam.. lain kali aja ya?”
“tapi ntar mau kan jalan ama Ery lagi..?”
“yaaa, kita liat ntar aja yah..”

Deo memanggil waiters, meminta bill.

Baru sesaat mereka beranjak dari mejanya, seorang pria berbadan kekar datang mendekati mereka berdua..

“Ery??”
“umm, siapa ya?”
“Hendry kan? Duuuuh, kemandang ajijah neeek, sombong deh yey sekarang yah.. mentang-mentang ada lekong cucok baru, lupita deh ama eike… kita pernah ketemu di salon JUWITA 2 minggu yang lalu, inget nggak?”
“Yaaa ampuuun.. Desi? Duuuuh, maap yah weitjeh, akika lupita bendera nek.. apa kabar sekarang? Makin cucok aja deh yey.. mwah.. mwah.” Ery menyalaminya dan mencium pipi kanan-kiri dengan gaya yang khas.
“uwwww, sapipa nih neeek lekongnya, cucok bambang siiih..”

Deo tersenyum simpul, “Ry, aku duluan yah..”

“iya deh, ntar tele-tele Ery yah..”
“daaah ganteeeeng..” Desi dengan tatapan nakal.

GLOSSARY:
– kemandang ajijah = kemana aja
– yey = kamu / eike-akika = aku
– lekong cucok = cowok ganteng
– lupita = lupa
– akika lupita bendera = aku lupa beneran
– sapipa = siapa
– cucok bambang = ganteng banget
– tele-tele = telepon-telepon

CATATAN PENULIS:
bener kata temen-temen yang laen, part 1 kemaren masih kosong banget, emang susah ternyata untuk motong-motong isi dari chapter yang sebetulnya satu cerita.. I’m working on it, guys 😉
actually, I’ve been working a lot untuk nulis buku kumpulan puisi, nah, ga tau kenapa sekarang banting setir mo nulis cerita, I know it’s difficult, tapi doain mudah2an bisa yah 😉

catatan si Syeo (alter ke 3 di dalam badan si poetra)
let me tell you something, kadang2 si poetra tuh khayalannya terlalu banyak, mimpinya juga terlalu banyak, dia bahkan gak pernah bisa nulis cerpen, sekarang mau nulis novel?? hehehe..

pencinta subuh (part 1)

Ada kalanya, dia bahkan tidak bisa mengerti kenapa dia terlahir di dunia ini.. ada terlalu banyak pertanyaan dalam otaknya; tentang Tuhan, tentang hidup, tentang kematian, tentang dimensi paralel ketiga, tentang teori kosmik, tapi kebanyakan, tentang cinta..

Besar di keluarga yang broken home, membuat seorang Deo banyak mencicipi pengetahuan dari jalanan.. yah, dia pernah menjadi pengamen, pernah tidur di emperan toko, pernah jualan makanan kecil.. bukan karena dia tidak memiliki uang, tapi karena dia muak dengan hedonisme..

Sekarang, Deo sudah banyak berubah.. umur yang sudah masuk ke 25 tahun, pengusaha sukses, orang yang lumayan dipandang di dunia per-enterpreneur-an.. tetap single karena tidak percaya dengan hubungan serius.. trauma berat masa lalu, hampir memasukkan Deo ke kalangan apatis cinta, masih untung dia tidak memvonis dirinya frigid.

hari ini, 29 januari 2008, jam 16:47 WIB, Deo bertemu lagi dengan cinta masa lalunya.. wanita yang selama 4 tahun belakangan dia jadikan sumber inspirasinya.. and so the story begin…
(di sebuah gedung milik salah satu operator GSM…)

Deo sedang berbicara dengan salah seorang costumer service, saat ketika secara tiba-tiba Deo terlepar ke dimensi paralel ke 4, dimensi dimana satu kali rotasi bumi mengelilingi matahari bukanlah 365 hari, tapi 1000 tahun. Dimensi tersendiri untuk orang-orang yang jatuh cinta.. dimensi slow-motion..

“Fff.. Fia..?” Deo, memberanikan diri.
“ummm…” yang dipanggil menyipitkan mata, mencoba mengenali. “Deo…?”

Tatapan mata itu, membawa Deo kembali terlempar ke masa lalu.. tepatnya pertengahan tahun 2004..
adalah seorang Alifia Najwa Azzahra; seorang gadis cantik berkulit putih, berambut panjang, bersuara merdu, yang membuat Deo meng-capture kembali semua gadis-gadis paling cantik-baik-manis yang pernah dia kenal, membandingkan satu persatu, dan kemudian men-delete semuanya kembali.. tak ada yang sanggup menandingi yang ini.

“Yo..? Deo..?” Fia, sambil bengong di hadapannya.
“eh sori, sampe dimana kita tadi?” Deo, sambil salah tingkah.
“sampe di bagian kamu manggil Fia.. kamu baek-baek aja kan Yo?” Fia, makin bingung.
“oh iya, sampe disitu ya? sori … udah makan belom, Fi?” Deo, makin salah tingkah, dan mencoba mengalihkan topik.

24 menit, 2 cangkir kopi, dan 2 piring nasi goreng kemudian…
“so, setelah jadi pengusaha sukses, jadi ikon dunia enterpreneur, kapan mo married Yo..?” Fia, tampang ceria.
“eh..? married? pacar aja ga punya..” Deo, tampang datar.
“jadi gay?” Fia, tampang curiga.
“heee? ya nggak lah…” Deo, tampang defensif.
“hampir Fi.. hampir saja..” Deo membatin.
“terus kenapa donk? emang nggak ada lagi cewek tipe kamu di dunia ini?” Fia, masih tampang curiga.
“sibuk kerja Fi, gak sempat mikirin cinta..” Deo, tampang datar.
“kalo aja ada yang lebih sempurna dari kamu, mungkin aku mau Fi..”
“pulang yuk.. kamu mau nganterin Fia nggak?” Fia, tampang memelas-manja.
“apa sih yang nggak untuk kamu…” Deo, dengan kalimat paling gombal sedunia.
“good job, Deo! mari kita lagi luka hati yang dulu”

Deo dan Fia, di dalam mobil, di depan rumah Fia…
“makasih ya mo nganterin Fia.. makasih juga untuk traktiran dan ngobrolnya di kafe tadi..”
“as I’ve told you, apa sih yang nggak kalo untuk kamu, Fi…” diam sebentar.
“Fi, besok ada acara nggak? nonton yuk..” dengan tatapan penuh harap sambil membatin,
“nice, expectation of a date is the perfect sweet suicide for you, deo!”
“apa sih yang nggak untuk Deo…”
Deo mulai merasakan sesak di dada, mulai mengharapkan cinta Fia lagi. Deo membuka organizernya, menuliskan beberapa kalimat disana,

kau adalah tetap yang terbaik selamanya,
dari dulu hingga sekarang..
tak pernah ada yang berubah..aku tuliskan untukmu satu kisah setiap hari,
kisah bagaimana aku merindukanmu,
kisah bagaimana aku mencintaimu,
kisah bagaimana aku mengharapkanmu…

untukmu,
akan kupetik 1000 bintang,
akan kujadikan penghias rambutmu..

akan kubawakan kau rembulan,
untuk penerang tidur malammu…

DEO
Beberapa minggu dan beberapa film kemudian, Fia tiba-tiba menghilang.. Telepon Deo tidak pernah diangkat, sms tidak pernah berbalas, dan Deo cukup sadar diri untuk tidak datang ke kantor Fia. Sadar akan kapasitasnya yang bukan siapa-siapa di dalam hidup Fia.

Deo hidup dalam kebingungan, tak tahu harus bagaimana lagi.. dia sudah terlanjur jatuh cinta lagi kepada Fia.. dan kini, haruskah dia mulai membuang rasa itu lagi? dan kalau sudah dalam keadaan penuh pertanyaan begini, Deo pasti akan berjalan kaki sendirian, tak ingin diganggu, HP di silent mode.

dan tanpa dia sadari, HP itu terjatuh.. Deo masih dalam lamunan.

FIA
Sehari setelah bertemu Deo, Fia merasa takut; takut akan jatuh cinta lagi, takut akan disakiti lagi, takut untuk percaya kepada makhluk yang bernama laki-laki..

sehari setelah bertemu Deo, Fia menyadari dia banyak berubah.
Fia yang biasanya rockband-groupies sejati, secara tiba-tiba berubah menjadi pencinta lagu-lagu mellow..
Fia tiba-tiba menjadi peduli jika berat badannya naik 2Kg.
Fia yang biasanya lincah, tiba-tiba sering melamun..

if ever you wonder,
if you touch my soul, yes you do..
since i met you im not the same,
you bring life in everything i do..just the way you say hello,
with one touch, i can’t let go..
never thought i have fallen in love with you..

….

the magic in your eyes, true love I can’t deny..
when you hold me, I just loose control..

I want you to know that i’m never letting go..
you mean so much to me, I want the world to see..
it’s because of you…..

Fia tersentak dari lamunan, matanya menerawang jauh, mencoba mengingat apa alasannya dia tidak pernah membalas sms dan telepon Deo.. Fia tidak bisa menemukan alasan yang jelas.

“mungkin aja Deo berbeda dari cowok-cowok laen.. mungkin aja Deo itu setia.. mungkin aja Deo bisa nyayangin Fia sepenuh hati.. Deo dari dulu baek banget, tapi, apa Deo gak pernah suka ama Fia yah?”

Fia menyadari Deo kini berarti untuknya..

Fia mengambil HPnya, mengetik pesan singkat:
‘Deo lagi sibuk nggak hari ini? kita jalan yuk..’

1 menit.. 2 menit.. 5 menit.. 20 menit.. 1 jam..

Fia membuat prejudice sendiri untuk menenangkan dirinya,
“mungkin aja dia lagi meeting..”

2 jam.. 2 jam 15 menit.. 3 jam 10 menit..

Fia tertunduk lesu, mematikan HPnya.. Fia membuat prejudice kedua,
“mungkin aja, Deo memang nggak pernah suka ama Fia..”

satu hari kemudian…

Deo baru sadar HPnya hilang, tapi apalah artinya, dia bahkan bisa membeli seisi toko HP dengan gampang..
apalah artinya, jika dibandingkan dengan Fia yang tiba-tiba menghilang..

Kosong, hampa, tidak ada semangat.. Deo tidak akan masuk kantor hari ini.. dia lebih memilih diam di kamarnya, melamun dengan satu-satunya lagu yang mengalun terus menerus dari komputernya,

I never asked for this feeling
I never thought I would fall..
I never knew how I felt,
till the day you were gone, I was lost…..

Oh I miss you so much,
I long for your love..
It’s scares me, Coz my heart gets so weak,
that I can’t even breathe..
How can you take things so easily,
baby why aren’t you missing me?

TLC – I miss you

TO BE CONTINUED…..
NB: (Note Book a.k.a Naporlu Botohon)
cerita ini adalah part dari salah satu chapter draft Novel yang lagi coba-coba aku tulis.. jadi kepengen nulis novel (kepengennya) 😀 tapi masih belajar, maklum, bukan penulis cerita yang baik 😉

akhirnya, satu pantun dari penulis..
“bunga anggrek bunga melati, cerita jelek jgn dicaci” ^_^

berbahasa?

WARNING: LONG POST
ok ok.. this one comes pop-up-ing right from my head..
a dialog about languanges..

————————- a lil chit chat ————————-

kenapa bahasa itu ada?
jelas, karena manusia butuh untuk berkomunikasi

lalu, kenapa bahasa bisa berbeda-beda?
jawabannya relatif.. bisa karena perbedaan landscape daerah tempat tinggal, perbedaan cuaca, perbedaan watak lingkungan tempat tinggal, dll..

contohnya..?
umm, kalo perbedaan landscape, sangat rasional bila orang batak ngomongnya kenceng.. karena dulunya kerajaan batak itu bermukim di daerah pegunungan, dan dikisahkan dalam cerita-cerita di tarombo keluarga batak, bahwa rumah-rumah mereka berjauhan.. sehingga mereka berbicara harus “sedikit” berteriak untuk berbicara satu sama lain..

lalu, kenapa orang batak pakai E (besar) sementara orang melayu e (kecil)?
gini, gak semua orang batak itu memakai E (besar).. contohnya, gak semua orang batak berbicara dengan logat “macam bEtul aja kau!!”, contohnya orang batak mandailing (seperti aku), ngomongnya tetep biasa aja “macam betul aja kau!!”

okelah, tapi kebanyakan begitu kan? bisa dijelaskan kenapa?
gini, batak itu kan sebenernya banyak.. ada batak toba, batak karo, batak mandailing, dll.. kalo batak toba, sampai terbentuknya kerajaan toba, mereka masih tinggal di daerah pegunungan (tapanuli utara).. sehingga, bahasa indonesia mereka masih sangat terpengaruh dengan bahasa batak asli.. kalau batak mandailing, sewaktu terbentuknya kerajaan mandailing sudah banyak “hijrah” ke daerah pesisir, so, rasional kan kalo agak sedikit terpengaruh dengan bahasa melayu.. antara E (keras) dan e (lemah), terbentuklah e (biasa-biasa-saja) :p
kita ambil contoh bahasa batak asli..

air itu bahasa bataknya aek [:aEk], untuk bilang air bersih, bahasa bataknya aek na ias [:aEk na iyas]
atau, mamereng [:mamErEng] / mereng [:mErEng], artinya melihat / lihat

I see.. tapi kenapa kalo di sinetron-sinetron, orang batak disamaratakankan, pakai E semua?
biasalah, sinetron.. apa sih yang nggak dilebih-lebihkan? 🙂

gimana kalo orang melayu? kebanyakan akhiran pakai e (lemah) kan?
belum tentu juga.. seperti orang batak, orang melayu juga banyak macam bahasanya, bergantung daerahnya.. ada melayu deli, melayu tanjung balai, melayu riau, melayu malay, dll..

contoh bahasa yang berbeda? dan kenapa bisa begitu?
contohnya, orang melayu deli, hampir dekat sekali dengan melayu riau dan malay, memakai e (lemah), tapi tidak begitu dengan melayu tanjung balai, banyak memakai “o”.. ini contohnya dalam kalimat..

sentence: mau kemana?
melayu deli: nak kemane? // melayu tanjung balai: ndak kemano?

itu karena tanjung balai, hampir terpengaruh dengan bahasa padang.. secara geografis, dari medan, tanjung balai ke arah padang, sementara melayu deli ke arah aceh..

berarti orang melayu tanjung balai bahasanya sama dengan padang?
oh, nggak.. hanya saja akhirannya memakai “o”.. itupun pronounce “o”nya berbeda..

apa ada lagi yang mirip dalam logat berbicara?
ada.. banyak bahkan.. di sumatera saja, logat berbahasa memakai akhiran “o” ada padang, palembang, jambi, sebagian besar bengkulu.. kalau yang memakai E (keras) ada batak, sebagian kecil bengkulu (pedalaman/bahasa halus), ada juga bangka..

contoh dalam kalimat..

padang: indakdo piti // bengkulu: idaknyo piti // melayu deli: takde duit // bangka: ndak de duit // palembang: katEk duit/piti
Indonesia = gak punya uang

wah, itu masih sumatera saja.. gimana kalau jawa dan lain-lain ya?
hampir ada sih beberapa yang mirip.. contohnya di beberapa kata/kalimat di bahasa jawa, kalimantan dan padang..

jawa: kowe wis balik? // kalimantan (selatan kalo gak salah): ikam dah bulik? // padang: wa’ang alah baliak?

waw.. berapa macam ya bahasa daerah di Indonesia?
ntahlah.. banyak sekali tentunya.. makanya kita harus bangga dengan bahasa Indonesia..

kamu sepertinya bisa banyak bahasa daerah yah? bahasa apa aja?
*pertanyaan sponsor yang ingin menyombong*
nggaaak.. nggaak kok.. aku cuman bisa, eum, let’s see, jawa – melayu (deli, riau, tanjung balai) – bengkulu – palembang – jambi – sedikit sunda – sedikit sekali batak..

itu kok sunda ama batak bisa sedikit-sedikit?
well, kalo bahasa sunda, karena bahasa sunda itu susah.. berbelit-belit.. contohnya aja, kalo mau bilang “masih ada lagi?” itu bahasa sundanya “masih aya keneh?”.. sementara, keneh itu sendiri kalau diterjemahin ya artinya masih.. atau, ada orang sunda yang bisa terjemahin kalimat “ku aing siah..!” ke dalam bahasa indonesia gak? susah kan? :p

kalau bahasa batak sih, karena aku besar di lingkungan melayu.. dan bahasa batak itu banyak macemnya 😉 heuaheuhe..

yaah, kalau bahasa pergaulannya dikit2 bisa lah 😉

————————- end of chit chat ————————-

apa sebenernya tujuan postingan ini? well, aku cuman benci banget, sama orang yang suka melupakan jati dirinya dia sendiri.. dari mana asalnya dia..

seperti halnya, kalau ada orang sunda disini, terus kamu ketemu temen kamu, yang kamu juga tau bisa bahasa sunda.. sewaktu kamu ngomong ama dia sundaan, terus dia bales jawab pake bahasa Indonesia, isn’t it kinda annoying?

yah, aku pernah ketemu sama temen di jogja, adik kelasku waktu di SMA dulu.. kita sama-sama kuliah di jogja, aku semester 3, dia semester 1.. begini dialognya..

aku: “eh, cemana kabar binje? aman aja kan?”
dia: “yah, GUE kan udah setengah taun sih disini.. jadi GUE nggak ngerti lagi gimana keadaan disana..”

aku: *yang-masih-berusaha* “ooh, kau kuliah dimana? disini tinggal dimana? punya kereta kan?” mengingat jogja sudah gak ada angkot jam 6 (kereta = motor)
dia
: “GUE kuliah di ugm.. tinggal sih ngekos di jakal km. 11.. untungnya sih GUE punya MOTOR..”

aku: *yang-sudah-SEBAL-sekali* “sekali lagi kau cakap sama aku pake LU-GUE, kutumbukkan kepala kau!! udah berapa taun kali rupanya kau tinggal disini??”
dia
: *diem.. hanya menunduk*

gitu deh, sumpah aku benci banget sama orang yang songong/sombong.. emang sebegitu jelekkah kampung halaman sendiri, sampe baru beberapa bulan tinggal di luar daerah, udah sok kekotaan?

well, I do that LU-GUE stuff too with my friends here, bottom line it, hanya dengan orang sini.. bandung ato jakarta.. itupun, kalo masih bisa, aku bakal usaha untuk ngomong AKU-KAMU.. salute buat neng dedeh, yang udah ntah berapa taun tinggal di bandung, tapi masih fasih ber-logat-medan-aceh-ria bersama aku 😉

last, ada kalimat ejek-ejekan kita buat orang-orang sombong begitu di kampung..

“udah 5 taun aku tinggal di jakarta.. TAK KENTARA lagi batakku BAH!”

guys, no matter how long you’ve left your hometown, please jangan berusaha untuk menghilangkan jati diri asli kamu.. like me, still just a village boy from a small town called Binjai 😉

heart engineering (part2)

oke, seperti janji sayaah, ini adalah lanjutan dari entri terdahulu..
sangat disarankan untuk membaca dan mengingat kembali entri yang sebelumnya terlebih dahulu jika anda belum membacanya..

b. mendekati
tahap ini adalah yang paling penting.. karena, setelah first impression, the other things that rules is next impression, dan itulah pentingnya social engineering.. pada tahap ini, usahakan untuk mengumpulkan data sebanyak-nyanya soal pujaan hati kita..
contohnya: makanan, jenis musik, band, sinetron, acara TV, buku, dll yang dia suka..
ini penting, kenapa? untuk menjaga agar tidak terciptanya suasana “garing” pada saat pendekatan.. ada beberapa orang yang tercipta dengan minat yang sama, tapi tidak semuanya begitu..

pesan untuk para lelaki:
di dalam dunia “social engineering” ada istilah lingo, yaitu semacam bahasa yang dipergunakan dalam satu lingkungan tertentu.. begitu juga dalam tahap pendekatan ini, kita harus berbicara dengan bahasa yang sama.. maksudnya, kita harus sudah bisa berusaha memahami apa suka dan tidak sukanya sang pujaan hati.. let’s say, sang pujaan hati tidak suka bau rokok, maka hindarilah merokok di depan dia.. atau akan lebih baik, jika setelah bertemu dia, kamu tunjukkan kalo kamu berhenti merokok.. that’s sweet, trust me 🙂 atau, ketika dia bilang, “kayaknya aku sekarang lagi suka liat cowok botak deh..” by that she means, kalo dia kepengen kamu potong rambut juga.. ga usah langsung botak, itu agak terlalu memberi angin, cukup potong rapi aja..

NEVER, ingat, NEVER argue hardly with her opinion.. dulu ada temenku yang pernah bilang ke cewek “kalo aku sih, mending putus ama cewek deh daripada berhenti merokok”. come on, that’s a big mistake.. kalaupun kamu pengen ngebantah kalimat dia, bantahlah dengan perlahan.. umpamanya dengan mengatakan, “iya nih, aku juga udah kepengen berhenti ngerokok, cuman blom ada yang bisa maksa aja..” mudah-mudahan aja kalimat selanjutnya dari dia adalah “kalo gitu, mau nggak kamu berhenti merokok untuk aku?” dude, prepare your self for a bucket of roses, and a romantic candle light dinner 🙂

pesan untuk para wanita:
berhati-hatilah dengan perkataan cowok, karena didalam setiap kalimatnya, syarat makna yang menjebak.. separuh cowok di dunia ini adalah buaya, seperempatnya kadal, dan sisanya ular, hehehehe… tapi jangan salah dulu, buaya juga ada yang bersahabat, ular jika tidak merasa dirinya dalam bahaya, akan menjadi sahabat yang baik.. kadal? ummmm ^^

setelah kita “berbicara bahasa yang sama” dengan dia, maka tahap selanjutnya adalah menjadi bagian dari kesehariannya, adhit pernah nulis ini juga, dan aku setuju.. pepatah jawa kuno “weteng trisno, jalaran soko kulino” itu bener, jadi, buatlah dia merasa bahwa kehadiran kita adalah bagian dari 24 jam-nya..

contohnya: usahakan untuk selalu menelpon dia setiap hari, pada jam yang sama.. tanyakan apa dia sudah makan, lagi ngapain.. cukup 5 menit aja,kecuali dia pengen lebih lama..

okeh, sekarang kita masuk ke dalam tahap yang lebih susah, yaitu mengambil hatinya.. salah satu hal yang gampang membuat sang pujaan hati tersentuh adalah pengorbanan, apa yang kamu lakukan buat dia.. katakanlah, dia pengeeen banget punya kasetnya dashboard confessional, tapi di toko-toko kaset lagi abis semua.. maka, usahakan untuk nyari itu kaset mati-matian, sampe dapat.. pokoknya, usahakan dapet tuh kaset.

selain itu, yang paling penting lainnya adalah, selalu ingat semua hal yang pernah dia ceritain.. so, di saat2 tertentu, tanyakan sama dia, tentang hal yang dia pernah ceritakan.. ambil jarak kira2 satu-dua minggu setelah dia cerita masalah itu..

hal ini juga pernah ditulis oleh adhit, dan aku juga setuju itu 🙂

next, adalah memberikan suasana nyaman.. maksudnya, usahakan agar dia gak pernah merasa risih saat ada di deket kita.. in certain circumstances, cewek suka berubah feeling/mood, sebenernya cowok juga begitu..

contohnya, katakanlah dia baru putus, atau masih dalam masa “iddah” setelah putus, dan dia masih trauma.. secara otomatis mungkin dia jadi ilfeel ngeliat lawan jenis, dan secara otomatis kita dicuekin.. ya udah, biarin aja dia tenang dulu, jangan memaksa untuk tetap ngajak dia jalan, kalo memang dia lagi ga enak hati.. ato ada sih jurus satu lagi, yaitu, kalo dia lagi malas ngeliat poetra, maka jadilah poetri ;;) gampang kan? hehehehe.. so, usahakan untuk tidak memaksakan keadaan..

kalo memang kita ngerasa dia sedang nggak pengen diganggu, ya jangan.. itu malah bikin dia ntar bisa ilfeel ama kita ^^
jangan memaksa seseorang untuk suka kepada kita, tapi buat dia jatuh cinta 🙂

waduh, kayaknya postingan ini makin panjang ajah.. kita lanjutin tahap ketiganya dipostingan berikut ya 🙂

PS: pernah nggak sih kamu ngerasa pengen jadi frigit aja (orang yang nggak memiliki ketertarikan kepada lawan jenis)? kapan dan kenapa?