Menjadi Blogger (Bag. 1)

Sebelas adalah angka yang istimewa dan memiliki nilai sentimentil bagi saya. Selain jumlah gramasi logam mulia sebagai mahar, saya dan istri juga menikah di tanggal 11-11-11.

Tak terasa pula, 2013 adalah tahun ke-11 saya menjadi seorang blogger. Dan tulisan ini dibuat sebagai bagian dari selebrasi sekaligus tanda kerinduan saya kepada orang-orang yang sudah saya anggap sebagai saudara sendiri, yang telah memberikan andil besar dalam kehidupan saya sekarang.

Selamat ulang tahun ke 11, blog tersayang! :)

Tanggal dan bulan pasti dari latar belakang cerita ini aku tak ingat pasti, tapi yang jelas ketika itu aku masih menjadi mahasiswa semester pertama di Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta.

Sejauh yang bisa aku ingat, ketika itu Ujian Akhir Semester sudah akan menghampiri. Jadi, mari kita simpulkan saja bahwa cerita ini mengambil waktu pada awal tahun 2002. Ketika itu aku Berangkat kuliah ke Jogja dengan modal setengah nekat dan setengah restu orang tua, sehingga boleh dibilang fasilitas dan kondisi keuanganku sangat pas-pasan. Jangankan kendaraan pribadi, komputer pun aku tak punya.

Karena ini pula, aku jadi pengembara warnet. Iya, boleh dikata aku sudah pernah menjajal sebagian besar warnet di kota pelajar tersebut, dan jadi “penumpang” setia di beberapa warnet langganan, yang menawari paket hemat semalam suntuk; cukup bayar 10 ribu dari jam 12 malam sampai jam 7 pagi.

FASE I – ANGKRINGAN

Hal ini juga yang menyebabkan aku kenal dan akrab dengan iklim warnet dan para OP (operator) di Jogja. Namun, perkenalanku dengan dua orang yang berjulukan ass4ssin dan rapaelh via mIRC lah yang memberikan jalan baru dalam hidupku. Boleh dibilang begitu.

Ass4ssin a.k.a Ray Of Shadow, atau Kang Astho, yang kemudian menjadi abang angkatku dan saudara sepenanggungan, adalah salah satu orang yang memiliki peran penting dan banyak membantuku selama di Jogja, bahkan sampai saat ini. Beliau bahkan sudah kuanggap saudara kandung. Aku berkenalan via mIRC dengan beliau, minta diajari memodifikasi script mIRC, hahaha. Pertemuan pertama kami adalah di sebuah warnet yang bernama cupidnet di seberang mirota kampus.

Kang Astho adalah salah satu orang yang sangat berjasa dalam hidupku. Bersama beliau, aku akhirnya menjadi operator NandaNet di bilangan Selokan Mataram, karena adiksi kami pada internet memang cukup menguras kantong. Dengan menjadi operator, biaya pengeluaran rental internet bisa dihemat, dapat tambahan uang pula –walaupun hampir semuanya kami habiskan untuk membayar hutang makanan di angkringan, burjo, atau tukang sate di depan warnet, hahaha.

Sedangkan Rapa –begitu aku memanggilnya– ketika itu adalah operator di salah satu warnet bilangan Seturan. Via mIRC, dia menunjukkan blog-nya, yang berjudul Semesta Memuja. Detik itu pula aku mengenal apa yang disebut blog. Sebelumnya memang aku sudah pernah membuat sejenis engine kecil-kecilan yang bisa mengarsipkan catatan (log), tapi aku tak pernah tahu namanya blog.

Beberapa hari berikutnya, rapa mengajak aku untuk kopdar dan berkenalan dengan teman-temannya para blogger di sebuah kantor multimedia bernama TNL di seputaran Kridosono, masih satu gedung dengan warnet artdeco. Kebetulan aku lumayan sering online di warnet ini, tapi namanya juga geek, pastinya lebih nyaman kenalan di dunia virtual dulu baru kemudian bertemu, hehe.

Singkat kata, aku kemudian menjadi akrab dengan para blogger di TNL tersebut. Beberapa nama yang cukup tenar di dunia blogosphere kala itu, seperti mas Doneeh, mas Criss, mas Thomas, mbak Lala, mas Doni Verdian, bang Armono, mbak Erika, dan masih banyak lainnya, adalah alumni dari komunitas yang kelak menjadi Angkringan.or.id –komunitas blogger regional Jogja pertama. Kami bukan seperti komunitas lagi, tapi lebih mirip seperti keluarga besar.

Kala itu tiba undangan dari beberapa teman di Jakarta yang membentuk Blogbugs, untuk menghadiri kopdar blogger multi-daerah sekaligus gathering nasional Blogbugs pertama di Puncak, Bogor. Maka berangkatlah aku, Mas Doneeh, Mas Piet, Bang Killy, Aley, mas Thomas, mbak Lala, Jalack, dan Rapa untuk mewakili Jogja.

Pada Gathering Nasional pertama Blogbugs ini, hadir blogger yang merepresentasikan hampir seluruh wilayah Indonesia, bahkan ada seorang blogger dari Filipina. Memang, kala itu seingat saya baru ada Bandung Blog Village yang memproklamirkan diri sebagai komunitas blogger regional. Dan kalau boleh saya tarik benang merahnya, selepas gathering nasional pertama inilah semangat komunitas blogger mulai “memanas”, dan turut menginspirasi kelahiran komintas blogger regional angkatan I.

Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya, seusai gelaran gathnas pertama di Villa Coolibah, Puncak, saya tidak langsung kembali ke Jogja. Karena satu dan lain hal yang mari kita rahasiakan saja, saya singgah ke Bandung, dan ternyata persinggahan beberapa hari itu menetapkan hati saya untuk “keluar” dari Jogja, dan pindah ke Bandung, untuk kemudian menjadi anggota BBV.

(bersambung…)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *