Dear, September..

Aku rindu sekali ingin menulis lagi, bercerita tentang apapun seperti dulu, mendeskripsikan dunia melalui mata seorang pendosa yang merindukan surga seperti aku ini. Tapi kau tentu tahu, semenjak aku kehilangan dia, aku juga kehilangan satu-satunya sumber inspirasiku.

September, terlalu berlebihan kalau aku katakan kau bisa menggantikan dia sebagai sumber inspirasiku. Tapi aku harus mengakui bahwa ketika aku bertemu dengan kamu, aku seperti mendapatkan cahaya baru dalam kegelapan yang mengelilingiku. Tak perlu terang benderang seperti dia dahulu, hanya sekedar cahaya temaram untuk dapat membaca situasi pun aku sudah bersyukur. Aku bersyukur bisa berkenalan dengan kamu.

Tapi, September, mengapa aku harus berbagi cahaya temaram itu lagi dengan orang lain? Yah, aku tahu, lelakimu itu memang telah mengikatmu dengan ketulusan cukup lama, membanjirimu dengan jutaan senyuman dan bahagia. Aku tahu itu penting, dan karenanya pun aku sekarang hanya akan menunggu.

September, setibanya di bandara waktu itu aku pernah menulis, bahwa dua tahun lagi aku akan merebut hatimu di kotamu –yang aku benci itu; baik dengan mudah atau harus berdarah-darah. Kau tentu tak tahu, kalau aku sedang berencana menaklukkan kota itu hanya untuk mencuri perhatianmu. Tapi memang tak perlu lah kau tahu itu…

September, aku ini lelaki yang diburu waktu, tapi tak cukup berani untuk berterus-terang mengatakan bahwa kau sudah menyita sedikit waktuku, sesekali hadir dan memberi warna dalam bunga tidurku yang biasanya hitam putih. Seandainya saja ada alat yang bisa mencetak bayangan-bayangan kenangan, ilusi dan mimpiku, tentu aku akan paketkan ke rumahmu agar kau mengerti dan tak menganggap aku hanya membual.

Aku tahu, September, kau pasti akan tertawa terbahak-bahak sambil tersedak jika aku katakan aku punya hati untukmu, dan kau pasti akan bertanya bagaimana bisa? Variabel-variabel jatuh cinta belum terpenuhi semua, dan kau pasti akan melakukan analisis komparatif dengan kebiasaan-kebiasaan umum. Tapi aku yakin analisismu takkan komprehensif, dan kau pun mungkin tak sadar bahwa jatuh cinta itu kasuistik. Dan sejak kapan jatuh cinta butuh variabel?

Ah, tapi aku jadi melantur, September. Jadi untuk sementara, aku takkan mengganggumu dulu. Semoga dua tahun tak terlalu lama dan membuat kau terburu-buru mengakhiri masa lajangmu.

Semoga 🙂

11 comments

  1. sez · March 13, 2010

    ah, dan saya kira selama ini lelaki itu penuh dengan logika..
    ternyata mereka juga manusia biasa..

  2. poetra · March 13, 2010

    Sez, bukannya orang bijak bilang, “when it comes to love, everybody is an idiot?”

    🙂

  3. venus · March 13, 2010

    halah puuuutt….gak kapok2 juga? masih aja jatuh tersungkur di kaki perempuan yang salah? *puk puk* 😀

  4. Dewa Bantal · March 13, 2010

    Wakakaka, 3 bulan akhirnya ngepost juga, tapi ternyata, cewek lagiii cewek lagi. Hihihi.

    Btw September itu nama orang ya?

  5. nopz · March 13, 2010

    salam buat ashton yah.. 😉

  6. Ronald · March 15, 2010

    wak… semoga berada ditrack yg bener ya.. jangan salah tujuan lagi ya.. 🙂

  7. thuns · March 17, 2010

    sssst… mending ngeblog ke yg di Atas…
    insya Allah lebih membantu 🙂
    believe it… cause i did

  8. fadli · March 23, 2010

    agak mirip2 ceritanya sama awak bang…hihihihihi…

  9. poetra · March 23, 2010

    @simbok:
    Iya iya, mbok.. Aku tau..
    🙁

    @aley:
    Abis mau nge-post apa? Disini kan emang khusus yang beginian, hehe..
    Nggak lah, September itu bulan dong, Ley. Bulan lahirnya dia 🙂

    @nopz:
    Yeah. Bosen nopz.. Skrip-nya begini terus, huhuh..

    @ronald:
    Kalo yang ini, dipastikan sepertinya salah track, wak. Hehe. Entahlah kalo nanti kapan-kapan…

    @thuns:
    setiap malam kok, mas. Plus ditambah curhat berkali-kali setiap hari, hehe.

  10. nonadita · August 9, 2010

    Ya ampun, Putra..
    Postingan lama tho. Mellow banget sih~

    *gak peka*
    *puk puk*

  11. poetra · August 9, 2010

    Aduh iya, Dit. Ini tadi ngerevisi tulisannya, eh, pasti ke-publish sama wordpress-nya ke wall facebook 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *