dari beribu depa

Sengaja kuhentikan sejenak kontemplasi dan lamunanku
akan kupaksa tangan dan lidah ini untuk tidak kelu
ini penting, ini harus kuucapkan untukmu…

Bertahun lalu, kita pernah duduk memburu senja
berbahasa diam melewati barisan bintang di malam buta
bercerita tentang anak manusia, dan dunia kita yang sepi
bahwa mungkin kita tercipta untuk sendiri

Seribu hari lebih, dan udara semakin layu
mungkin kau pun disana sedang menunggu
hari ini gelisah mengharu-biru
berjilbab berinai berparas ayu

Tak banyak catatan tergores lagi dari pinsil kayuku
tapi bukan berarti aku lupa padamu

Nikmatilah dunia kini dengan senyuman
dalam panas dan hujan kau sudah berteman
ruang sunyi malammu tak akan lagi sendirian
bergenggam-tanganlah dengan mesra,
hingga akhir zaman..

Selamat menjadi kalian, kakak; kau dan dia
dari beribu depa aku menengadah dan meminta
tak ada yang akan datang kepadamu, selain bahagia