Tidak Adil

Negara ini tidak adil kepada para pejabat; karena ketika rakyat sedang berjuang dan berikhtiar dalam menghidupi diri dengan sederhana dan kondisi ekonomi yang morat-marit, para pejabat diharuskan untuk menikmati segala fasilitas mewah sesuai dengan amanat undang-undang. Padahal, sejak awal mereka sudah berjanji, bahwa mereka akan melayani rakyat. Bukankah tidak adil apabila mereka tidak boleh melaksanakan janji mereka karena dibatasi oleh protokol?

Apa kata dunia, kalau pelayan hidupnya jauh lebih mewah dari tuannya?

Negara ini juga tidak adil kepada para wakil rakyat; karena saat rakyat diterpa bencana kelaparan dan banjir dimana-mana sehingga harus hidup di pengungsian, para wakil rakyat dipaksa untuk menerima kantor baru mereka yang sedang direnovasi dengan biaya puluhan Milyar. Padahal, ketika mereka belum dipilih, mereka sudah berikrar bahwa mereka akan menjadi penyambung lidah rakyat. Bukankah tidak adil jika mereka terpaksa menunda masalah mikro karena mereka terpaksa untuk melakukan lobi politik di tempat mewah?

Apa kata dunia, kalau penyambung lidah rakyat hanya membela segelintir orang?

Read More

Artificial Heart

Pertama aku melihatmu, rasanya seperti pengguna MS-DOS yang diperkenalkan kepada OpenSuse dengan KDE 4. Terpana, terpesona, terpukau oleh sesuatu yang luar biasa.

Ketika ingin mengenalmu, rasanya seperti programmer yang dipaksa debugging di ruangan server dalam kondisi kelaparan. Dingin, tak bisa berpikir jelas, tersiksa.

Saat mencoba mendekatimu waktu ke waktu, rasanya seperti script kiddie tanpa exploit di Defcon. Clueless, merasa bodoh, kebingungan.

Melewatkan waktu bersamamu, rasanya seperti seorang internet freak yang sendirian di hot spot berkecepatan terabit. Seperti di surga, bahagia, walau cuma sementara.

Ketika kemudian berharap untuk mendapatkan hatimu, rasanya seperti menginstal OS X 86 di komputer rakitan yang tua. Harap-harap cemas, putus asa, berharap ada manual untuk semuanya.

Read More

Tetapi…

Kalimat ini adalah sebuah distraksi kata yang majemuk –sesuatu yang sebetulnya paling saya hindari dan takutkan. Ketika seseorang berkata tetapi, rasanya seperti ingin menutup mulutnya dengan sebuah wheel-mouse yang paing menyebalkan.

“Aku juga suka sama kamu Put, tetapi…”

Saya akan memilih untuk tidak mendengarkan sambungannya, tapi tidak mungkin kan?

Itulah manusia, selalu “mencari aman”.

Saya dan Bola

Seumur-umur hidup, saya baru nonton bola yang betul-betul dihayati itu pas waktu piala dunia kemaren, itupun hanya finalnya saja; Perancis lawan Italia. Dan menit-menit akhir setelah insiden Zidane sampai ke pinalti jadi satu-satunya memori saya tentang sepak bola. Dan sampai sekarang pun saya masih yakin kalau Itali nyogok di piala dunia kemaren 😀

Seumur-umur hidup juga, sampai detik ini saya tidak suka sepak bola. Satu-satunya olah raga yang saya rela begadangan untuk nontonnya adalah bilyard, dan saya memang cinta mati sama bilyard, itupun acaranya mungkin dua bulan sekali (turnamen bilyard di Star sport atau ESPN jarang sekali ada). Tidak seperti adik saya yang rela bangun jam 2 pagi untuk nonton liga Inggris atau semacamnya. Saya? Gak janji deh…

Read More

Gak Penting yang Penting

Saya sadar, bahwa beberapa hari yang lalu adalah Hari Blogger Nasional. Bukan karena saya tidak datang ke acara setahun lalu tersebut, lantas saya melupakan hari itu begitu saja. Saya ingat, dan saya menanamkan hari tersebut di dalam hati. Hehehe.

Lantas, kenapa saya tidak membuat tulisan terkait mengenai hari besar tersebut? Yah, secara gampangnya, saya terlalu disita kesibukan dan ke-autis-an saya sendiri. Jadi, baiklah kali ini saya coba untuk mengurai dan menyoal kembali masalah blog ini.

Read More