Selamat ulang tahun, Indonesia

Tak ada kata-kata bijak yang bisa terucap dari mulut ini, dan tertulis dari tangan ini. Jika pun tertulis atau terucap beberapa kata, itu pun hanya sebagai pengingat untuk diri sendiri, bahwa masih dibutuhkan banyak perjuangan, pengertian, kesabaran dan kejujuran untukmu.

Jika pun terlambat aku menuliskan ucapan ini untukmu, bukan karena aku lupa, apalagi tidak perduli atas dirgahayumu. Melainkan, butuh waktu untuk menenangkan tangan yang bergetar dan mulut yang kaku ini untuk sekedar mengucapkannya. Perlu waktu lebih untuk meyakinkan hati, bahwa kata-kata yang akan terucap bukanlah sekedar retorika palsu untuk memenangkan hati siapapun, dan bukan sekedar ucapan kosong untuk menunjukkan nasionalisme heroik ala pesohor di layar kaca.

Karena aku mencintaimu lebih dari itu, dan engkau tahu, jauh di dalam hatiku yang hampir mati ini, aku masih percaya bahwa masih ada pejuang-pejuang muda yang bersedia menyingsingkan lengan tangannya dan mati untukmu. Bahwa masih ada harapan untuk menjahit kembali merah putihmu yang hampir compang-camping dan lelah berdiri menantang angin dan hujan badai yang menerpa.

Bahwa masih ada yang perduli atas nasib sesamanya tanpa mengindahkan piagam apa yang akan dianugrahi, dan jabatan apa yang menanti.

Sekali lagi, selamat ulang tahun ke 63, negara tercinta. Semoga banyaknya air mata dan keringat yang membasahi tanahmu, dapat menunjukkan bakti kami, dan akan berbuah manis di kemudian hari.

Jadi begini..

Mumpung saya sedang tidak terlalu minat untuk berpikir berat-berat, maka saya ingin berpikir yang gampang-gampang saja. Saya sebenarnya sangat ingin berbicara politik ringan –yang biasa kami sebut disini sebagai politik warung kopi, tapi saya takut diprotes simbok 😀

Dan kalau-kalau ada yang bertanya-tanya; tidak, saya belum ada tertarik untuk bergelimangan harta di atas penderitaan rakyat 🙂

Jadi begini saja lah, ada dua pertanyaan yang terus menerus berputar-putar di kepala saya. Akan sangat membantu kalau kalian-kalian yang di seberang sana mau menjawabnya, dengan ataupun tanpa penjabaran teoritis maupun data penelitian.

Read More