Dan kita bermain api,

“Halo..”

Sunyi dan kosong merebak menyesakkan dada, hanya tercemari dengan sedikit desis blower Air Conditioner yang diset pada suhu 19 derajat celcius.

“Halo..” Sekali lagi suara itu terdengar, mencoba memecahkan badai di hatinya.

“Aku rindu sekali, ingin bertemu kamu..”

Aretha Franklin seolah mengiringi ucapan yang menggantung itu, mencoba mengkonfrontasi kebekuan yang menggetarkan perasaan. Lelaki itu pun berharap suara diseberang sana yang menyanyikan “I Say A Little Pray For You” untuknya.

The moment I wake up
Before I put on my makeup
I say a little pray for you
While combing my hair now,
And wondering what dress to wear now,
I say a little prayer for you

“Aku juga rindu sekali, dan sangat ingin bertemu.”

Read More

Playlist Hati Saat Ini..

Minggu ini rasanya kepala mau pecah. Ada apa dengan para klien dan hasrat mereka untuk menyiksa? Mengapa seringnya merusak timeline yang sudah ditentukan dengan penundaan yang entah dikarenakan apa. Dan kini, ketika saya sedang berada di luar kota, sedang longtrip menjelajahi daerah tapanuli –yang merupakan daerah kurang beradaptasi dengan teknologi– semua meminta diprioritaskan? 🙁

Alhasil, jadilah saya harus membagi otak ini agar bisa tetap kreatif dan fokus menjaga ritme deadline paksaan diantara agenda-agenda yang memang tidak bisa diundur lagi, belum termasuk dengan proyek-proyek pribadi yang juga harus secepatnya diselesaikan, sambil meng-organize para co-worker secara remote, dan berusaha untuk bisa tidur setidaknya 4 jam sehari. And above all that, saya harus balapan dengan koneksi internet seperti keong sedang sakit perut.

Maksud hati hendak menjernihkan kepala, apa lacur kenyataan yang terjadi malah sebaliknya. Arrggghhh…

Read More

Cinta

“Maaf,” setelah kau sakiti, lalu bilang maaf
Setelah melukai, lalu bilang maaf
Setelah menghianati, lalu bilang maaf

Kau nggak punya otak, hanya itu yang bisa
Kau ucapkan maaf

“Sorry,” sesudah robek hati, cuma bilang sorry
Sesudah darah tinggi, cuma bilang sorry
Sesudah jantung mati, cuma bilang sorry

Kau nggak punya IQ, hanya itu yang bisa
Kau ucapkan sorry

Cinta, sehabis semua ini, masih bilang cinta?

Kau gak tahu diri
Gak semudah bicara
Kau ucapkan cinta?!?!

( Slank – Cinta )

Saya dan Pindah Kota

Seorang teman dulu pernah berkata, bahwa hal paling berat saat pindah ke luar negeri selain jet lag adalah culture shock. Ada beberapa –bahkan mungkin banyak– perbedaan budaya yang tidak cocok dengan kebiasaan sehari-hari.

Namun yang mungkin dia belum tahu adalah, culture shock tidak hanya dialami ketika berpindah negara. Culture shock menurut saya justru lebih berat dialami ketika berpindah kota di Indonesia. Dan sebagai seorang yang tidak bisa dikatakan amatir dalam urusan ini, saya punya banyak cerita.

Tapi mungkin karena akan menghabiskan 2 novel dan bergelas kopi untuk merangkum seluruh pengalaman berpindah daerah, saya akan bercerita tentang culture shock yang baru ini saya hadapi saja. Antara pulau jawa dan Sumatera Utara.

Read More