Momentum untuk kembali

Sebagai seseorang yang sudah lama beristirahat di kursi goyang yang nyaman, di tengah kumpulan veteran lainnya di sebuah rumah jompo yang sangat mewah, harus saya akui bahwa saya agak tergagap dengan perkembangan dunia luar. Bukannya tidak berlangganan RSS dari masyarakat dunia digital lainnya, bukan juga karena penuaan dini yang berakibat osteoporosis sehingga ilmu kungfu semakin susah diterapkan, dan bukan juga karena alasan-alasan mewah lainnya.

Mungkin satu-satunya alasan yang dapat menjadi pembenaran adalah, bahwa seiring bertambahnya usia, lingkungan dan tuntutan yang timbul karenanya menjadi sangat kompleks. Hidup saat ini bukan hanya bermain-main dengan XML, CSS, dan AJAX saja. Ada semacam situasi yang memaksa bahwa ilmu kungfu yang dulu dipelajari secara otodidak itu harus bisa menghasilkan.

Ya, menghasilkan, dan tentunya harus tetap waspada kepada banyaknya perguruan kungfu lainnya yang menelurkan pendekar-pendekar muda yang mematok harga sangat gila-gilaan dengan berbagai alasan; mungkin karena mereka keroyokan, bisa jadi juga karena sekarang ada semacam teknologi yang bisa membuat orang menjadi ahli kungfu instan. Read More