kecuali untuk sebuah mimpi…

Terkadang, mimpi yang menjadi kenyataan tidak selalu sesuai dengan apa yang kita bayangkan. Karena, dalam mimpi kita tidak menggunakan indera. Karena, dunia mimpi tidak sama dengan dunia nyata.

Meski begitu, seringkali sebuah mimpi yang menjadi nyata, ternyata adalah sesuatu yang biasa-biasa saja. Waktu kecil, saya sering berhayal, bahwa suatu saat nanti saya ingin pergi ke bintang, dan duduk-duduk disana untuk waktu yang cukup lama. Namun seiring berjalannya waktu, saya akhirnya tau bahwa bintang yang terlihat indah itu tidak lebih dari sebuah planet kecil yang tandus dan penuh dengan batu dan debu.

Tidak ada cahaya terang sama sekali disana. Disana gelap dan hampa.

Begitulah, belakangan ini pun saya banyak menemukan mimpi yang menjadi kenyataan. Hal-hal yang seolah-olah membuntuti saya ketika saya akan terbangun, dan ikut masuk ke dunia nyata melalui portal yang memisahkan dunia mimpi dan dunia nyata. Lalu apa rasanya?

Tidak semuanya sesuai dengan bayangan saya. Kebanyakan akan menjadi biasa-biasa saja, karena itu sudah bukan menjadi mimpi lagi, dan kita akan segera melupakannya karena kita punya mimpi-mimpi lain yang menunggu untuk diwujudkan.

Kecuali untuk satu hal. Kecuali untuk seseorang, lebih tepatnya.

Ketika akhirnya, seorang bidadari cantik yang hanya hidup di dalam dunia mimpi saya tersedot masuk ke dunia nyata, saya begitu terpana. Bukan sebuah euforia, karena rasanya lebih seperti mencicipi manna dan salwa di dunia.

Saya akhirnya memahaminya. Saya menaruh harapan terlalu besar untuk mimpi yang satu ini, sehingga saya takut untuk menjatuhkannya, dan saya akan siap untuk berkompromi dalam hal apapun. Jangan sampai dia kembali lagi ke dunia mimpi. Kalau perlu, saya akan menutup portal tersebut selamanya, walaupun artinya saya tidak akan pernah bisa bermimpi lagi.

Mengutip sebuah tulisan yang saya buat beberapa tahun yang lalu, maka saya cukupkan hati saya untuk mimpi ini.

Dan anehnya, saya merasakan tanda-tanda yang mungkin bisa diandaikan sebagai sebuah kesadaran semesta itu. Ketika benda-benda langit berbaris sejajar dan mengirimkan tanda-tanda yang sama ke penjuru dunia, sehingga apapun yang saya tidak bisa ucapkan dengan baik, akan didefinisikan kembali oleh penduduk semesta.

Salah satunya adalah beberapa baris kalimat yang tertulis di blog teman baik saya.

…Ketika kau tertidur semalam, hujan turun perlahan, di teras ada sisa jejaknya. Kau seperti pernah mengenal siapa yang singgah di sana. Yang tak sampai hati mengetuk pintumu dan berbalik pergi membawa mimpi yang ingin disampaikannya padamu…

Begitulah…

(via multiply)