Saatnya memilih, pergi…

Teman-temanku; kalian yang ketika aku kedinginan dan tak punya tempat untuk berteduh, bersedia membuka pintu kamar kalian walaupun dengan wajah lusuh.. atau kalian yang ketika aku kelaparan bersedia membagi sebungkus nasi walaupun mungkin itu adalah jatah makan kalian yang terakhir… dan kalian yang dulu pernah menyambut aku dengan tangan terbuka ketika aku tak kenal siapapun saat berpindah dari lain kota…

Dengarkanlah, dan pahamilah…

Bahwa ketika kita berselisih paham, itu sebetulnya lebih menyakitkan daripada ketika aku kehilangan cinta yang bahkan sudah aku pendam bertahun lamanya…
Lalu, ketika aku memilih untuk pergi dari kalian, itu bukan karena kita tidak bersahabat lagi, tapi karena aku takut akan semakin besar jurang masalah yang timbul di kemudian hari…

Read More