hiper-surreality ehh? (updated)

As I looked back at my surreality life, it turned out that my jokes, that a hiper-surreality love story is all I have, was right. Blah…
Nevermind my last post, I was so angry and dissapponted that time. I shouldn’t wrote things like that just because got cheated, right?

And I’m fine.. juuust fine, thanks for asking. I’m in a mint condition, my heart will be refurbished in the near time, and I am so happy that finally somebody that I love with all my heart hurt me again. Thanks God! And yes, I am lying.

A good friend of mine said, that I am a sado-masochist. Maybe it is true. I always think that I am a risk taker –just like my fellow succesfull friends– in all things, including love. Tapi mungkin, batas antara risk taker dan sado-masochist itu tipis ya?

Dan yaah, mau tak mau, memang seminggu ini saya tenggelam (atau lebih tepatnya menenggelamkan diri) dalam lagu-lagu mellow menyayat hati. Dashboard confessional adalah pisaunya, early november adalah garamnya, morissey adalah jeruk nipisnya, angels and airwaves adalah penutupnya… tentunya tambahkan glenn fedly dan nidji disana, hehe…

Read More

Neng tega…

Baru dua bulan yang lalu kita duduk diatas kap mobil sambil pelukan didago pakar. Baru dua bulan aku hidup sehat, bangun subuh-subuh karena harus bangunin kamu, dan seminggu dua kali jogging sama kamu.

Sebulan yang lalu kamu bilang sayang sama aku. Baru satu bulan yang lalu, aku yakin aku bisa jadi laki-laki yang baik, yang cuma sayang sama satu orang wanita. Belum satu bulan aku ngambil keputusan untuk serius sayang sama kamu. Belum satu bulan, setiap malam aku rindu mati-matian sama kamu. Belum satu bulan…

Sabtu yang lalu, kamu nangis di pangkuan aku, cerita kalo kamu sering disakiti laki-laki. Waktu itu, aku janji kalo aku nggak akan nyakitin kamu. Waktu itu, aku janji di dalam hati, kalo aku nggak akan pernah ngebiarin kamu disakiti lagi, oleh siapapun.
Tapi keliatannya, kali ini giliran aku (lagi) yang harus nangis.

Read More

dua puluh tujuh

Ya, saya punya dua puluh tujuh orang mantan, dan entah kenapa itu menjadi dosa tersendiri. Setiap kali saya sedang mendekati seorang gadis, maka pertanyaan itu selalu ada,

“kamu udah pernah pacaran berapa kali?”
“emm,” menarik nafas panjang, “dua puluh..”
“HAH???”
“..tujuh…”
“…” pingsan.

Aduhai, entah apa yang salah dengan itu. Sungguh bukannya saya sengaja agar saya punya mantan lebih dari dua lusin.

Selain itu, banyak yang bilang kalo saya playboy, hanya karena saya punya mantan lebih dari dua lusin? Apakah orang kalo punya rumah lebih dari dua lusin langsung bisa di-judge sebagai milyuner?

Eh, tunggu dulu, itu sebuah perumpamaan yang salah.

Read More

euphoria

Gelisah dan menatapi langit-langit kamar dengan gamang. Selama satu jam dia telah mencoba untuk tidur, tapi tidak membuahkan hasil. Jangankan tertidur, mengantukpun tidak. Ditekannya tombol power laptopnya yang sedari tadi malam aktif dalam mode suspend.

Ada sesuatu yang mengusik pikirannya. Tapi dia acuhkan, walaupun suara-suara yang terdengar mengalahkan suara yang mengalun sayup-sayup dari LCD TV 29 inch yang menggantung di pojok kamar tidurnya. Terdengar disana statement Steve Jobs yang sedang diwawancara di Bloomberg, yang kemudian disambut gelak tawa ketika dia ditanyakan soal kemiripan GUI Windows Vista dan Mac.

Tapi tetap, dia tak tertarik. Perhatiannya kembali tertuju ke layar laptop yang kini menunjukkan halaman hitam polos dengan beberapa baris teks. Tak sampai 2 detik, jari-jari itu mengetik, sudo alva, dan lalu password–yang urung diganti selama 2 tahun; deardea.

Read More