23 TAHUN

Yeah, hari ini saya ulang tahun…

Gak kerasa, tiba-tiba udah 23 tahun aja. Sebetulnya, ga terlalu banyak yang berubah, masih berjuang seperti tahun-tahun kemaren. Bedanya, ulang tahun kali ini ga pake galau-galau lagi. Ga pake menghayal aneh-aneh. Ga pake acara doa yang macem-macem.

Alhamdulillah, saya cukup bersyukur sama apa yang udah ada sekarang. Walopun belum kaya, tapi alhamdulillah cukup. Walopun belum punya istri, alhamdulilah ada yang menemani tertawa dan menangis setiap hari. Walopun belum jadi pengusaha sukses, alhamdulillah kantor sendiri sebentar lagi berjalan. Walopun belum jadi musisi tiga juta kopi, alhamdulillah ada beberapa yang suka LUVME.

Alhamdulillah.

Read More

celakalah aku tanpamu

Gunung-gunung itu terus bergerak, lempengan-lempengan tanah terus beradaptasi, air laut mengikuti pergerakan di sekelilingnya, petir-petir terus menggelegar dan berpindah dari satu titik ke titik lainnya.. Tanpa kita sadari, mereka semua bertasbih memuja Allah. Mereka semua, bahkan para malaikat tidak pernah berhenti berthawaf mengelilingi ‘Arsy Allah Subhanahu Wata’ala.

Sementara kita di dunia ini, makhluk yang diciptakan dengan mulia, begitu angkuhnya menganggap bahwa Allah tidak memperhatikan kita. Dengan begitu arogannya kita menyiapkan beribu dalih ketika orang lain protes akan tingkah laku kita. Dengan mengatas namakan penghidupan dan kenyamanan, kita buka semua aurat kita.

Tanpa kita sadari, kitapun sebenarnya telah menghamba kepada sesuatu… Entah itu globalisasi, entah itu hawa nafsu kita sendiri, entah itu kekayaan dan hal-hal yang kita sayangi, entahpun itu iblis yang bersemayam di dalam hati.

Astaghfirullah Al Adziiim… Sadarkah kita betapa lidah kita begitu jarang menyebut namaNya? Sadarkah kita telah begitu luputnya menganggap diri kita lebih baik dan lebih penting dari segala-galanya? Sadarkah kita, bahwa kita lebih banyak memuja keduniawian lebih dari Dzat yang telah menciptakan kita?

Dan kini, ketika Allah mengingatkan kita bahwa kita telah lalai, masih beranikah kita mempertanyakan kasih sayangNya kepada kita–yang hingga saat ini masih bisa tidur dan makan dengan nyaman?

Betapa mengeluarkan uang 25.000 rupiah untuk menonton film di bioskop terasa menyenangkan, tapi menyumbangkan uang 10.000 rupiah untuk mesjid kita terasa sangat berat dan mencari recehan yang lebih kecil. Astaghfirullah…

Betapa membaca Al-Quran satu lembar terasa begitu berat, sedangkan novel yang tebalnya beratus-ratus lembar bisa kita habiskan dalam beberapa hari. Astaghfirullah… Astaghfirullah…

Betapa 17 rekaat terasa begitu panjang, sedangkan ketika membicarakan keburukan orang lain kita tahan berjam-jam? Astaghfirullah… Astaghfirullah… Astaghfirullah…

Ya Rabb, celakalah aku tanpa hidayah dan inayah dariMu. Jangan biarkan aku tersesat dalam gelimang dunia yang penuh dengan tipu daya ini. Jangan biarkan aku seperti iblis yang merasa dirinya lebih mulia dari makhlukMu yang lain. Jangan biarkan aku terlena didalam nafsu yang akan membawaku ke neraka.

Ya Rabbana, nawwir qulubana binuuril ‘ilmi wal ‘imaan wal yaqiin, kama nawwartal ardhlo binuuri syamsika wal qomarika abadan abada.. (Ya Tuhan kami, sinarilah hati kami dengan cahaya ilmu dan iman dan yakin, sebagaimana engkau menyinari dunia dengan sinar matahari dan bulanmu selama-lamanya..)

Tuhan pujaan segala penjuru alam, kutundukkan kepalaku berdoa kepadaMu beberapa waktu yang lalu, dan aku merasa begitu damai. Jangan biarkan lagi aku mendongakkan kepala ini jika akan membawaku kepada murkaMu…

Amiin.. Amiin ya Rabbal ‘Aalamiin…