jika harus menunggu,

Melambat dan terlihat blur di sekelilingnya..

dia ada di dalam dimensi itu.. dimensi dimana satu menit bukanlah 60 detik, dan dimana 1 detik bukanlah seper enampuluh milisekon.. dimensi orang-orang yang sedang jatuh cinta…

Gadis itu masih berdiri disana, dengan rambutnya yang berwarna burgundy gelap, memakai kaos biru muda polos dengan bawahan celana jins, terlihat begitu sesuai dengan kulitnya yang putih pucat.

Mata itu masih memandang kagum, bukan baru kali ini dia melihat gadis cantik.. tapi yang ini berbeda. Ada daya tarik tersendiri, seperti magnet yang menarik remah-remah besi..

Setiap jum’at sore dia selalu menghabiskan waktunya duduk di tempat yang sama, mengamati gadis yang sama, mendengarkan gadis itu bersenandung kecil menyanyikan lagu kesukaannya.. hari ini, adalah hari jum’at ke delapan.

‘aku pernah bermimpi tentang seorang bidadari.. rambutnya panjang bergelombang, suaranya indah, kulitnya halus.. aku tak dapat melihat wajahnya, tapi aku tahu dia cantik sekali..’ Dia menggumam pelan, sambil kembali menggoreskan penanya dibuku yang selalu dia bawa kemana-mana.

Dia memejamkan matanya, menundukkan kepalanya, ‘berbaliklah.. berbaliklah.. agar aku tahu kau memang indah..’ Dan seketika, gadis itu berpaling.

***

Dua bulan terakhir ini, setiap hari Jum’at sore agenda Cimi selalu sama; menemani Deo pergi ke Sabuga –sebuah arena olah raga yang paling lengkap di kota mereka. Setiap hari Jum’at juga, Cimi selalu mengeluh..

“Lo tu apa-apaan sih? ini udah minggu ke tujuh lo merhatiin cewek itu mulu.. cewek yang bahkan, untuk nanya namanya aja lo gak berani.. dah gitu mending kalo cake..”

“cim..” Deo menepuk bahu temannya itu, “ada saatnya nanti gue bakal ngajak dia kenalan.. nanti Cim..” lirih, dan hampir berbisik, “nanti..”

***

aku tahu, aku akan jatuh cinta kepadamu, sebelum aku berbincang denganmu, bahkan sebelum aku melihat cantik wajahmu..
aku tahu itu, karena setiap kali aku memandangmu, tubuh ini terasa bergetar.. mungkin, kau memang belahan rusuk ini..

mungkin..

lalu biarlah jika hati ini harus menunggu, seperti biasanya nasib jarang berpihak kepadaku.. walaupun harus mengambil masa delapan purnama..

biarlah, biarlah begitu…

Deo menutup bukunya, lalu melangkah pergi.

disebuah jembatan itu..

malam minggu kemaren, seperti biasa, hanya diisi dengan main bilyard, dan kebetulan ditemenin ama Iman, salah seorang personelnya StarNine.. dan setelah berkali-kali kalah, akhirnya Iman ngajak pulang.. hehehe..

sekeluarnya dari barcode, terbesit ide, mengapa kita tidak mengajak Adril turut serta untuk berjalan-jalan? karena StarNine sedang vakum (walau tidak cleaner) disebabkan oleh personelnya yang lagi sibuk skripsi semuanya, kami jarang kumpul bareng…

dan ternyata, ada Burut (crew) yang ikut serta.. tidak lengkap, tapi tidak apa-apalah.. ini sudah cukup untuk mewarnai malam minggu yang setianya dilewatkan bersama jomblo-jomblo hina lainnya…

here we go…

alone
Putra: “Selamat menikmati…”

.

fourth of us..
Adril: “Man, kok lama ga ketemu makin gendut aja perutnya?”
Iman: *pura-pura ga denger*

.

four again..
Putra: “liat, ada UFO!!”
Adril: “duh, Put.. itu kompor lagi..”
Iman: “bukan, Dril.. itu burung..”
Burut: “ijinkan aku terbang ke atas untuk melihatnya!!”

.

four again..
Adril: “aih maak, ternyata banci lagi terbaaang… maacccaaaannnn!!”
Burut: “seksi mana sama aku, Dril..?”
Iman: “itu yang di veteran bukan yah?”
Putra: *bengong*

.

iman
Iman: “mana bencong tadi..? aku mo ngejar ah..!”
Putra: “man, ada penampakan tuh di belakang..”
Iman: “iya tah?”

.

gelang
*pesan sponsor, udah pada beli gelang ini?*

.

me alone
Putra: *menjaga keseimbangan agar tidak jatuh*

.

hehehe
Putra: “Assalamualaikum.. sebentar lagi kita menjalani ibadah puasa.. persiapkan diri sebaik-baiknya.. dan marilah kita puas2kan bermain bilyard sebelum bulan puasa.. hehehe…”
*eh, kok kepalaku keliatan tidak proporsional yah..?*

.

me and adriel
Adril: “yah, sebelum kita berpuasa, mari kita makan sepuasnya…”
Putra: “Adril mau disuapin juga? cini cini..”
Iman: “pada mo nyaingin extreme yaaa..?”

adakah tandanya kau juga menyukaiku?

WARNING: POSTINGAN INI SANGAT PANJANG, SIAPKAN CEMILAN, MINUMAN, DAN BACALAH PERLAHAN-LAHAN

kita sadari ato nggak, hidup kita ini selalu berhubungan dengan kesepakatan.. dan banyak sekali diantaranya, adalah kesepakatan tak tertulis..

contohnya adalah waktu.. pertama kali yang menemukan sistem penghitungan waktu adalah orang-orang babylonia yang menggunakan sistem sexagesimal (basis 60), lalu orang-orang mesir menemukan istilah jam dengan mengambil mean (didapat nilai 24) dari perputaran bumi terhadap matahari. Kemudian, Julius caesar memperkenalkan kalender Julian pada tahun 45 SM.. kalender Julian ini disempurnakan lagi oleh doktor Aloysius Lilius dan disetujui Paus Gregorius XIII pada tahun 1582, yang kemudian disebut dengan kalender Gregorian.. Akhirnya kebanyakan negara-negara di barat sepakat untuk menggunakannya, lalu diikuti oleh negara-negara lain dan dipakai sebagai kalender umum hingga saat ini.

ato mungkin kita bisa ambil contoh hari valentine.. gak ada kesepakatan yang menuliskan bahwasanya tanggal 14 februari adalah hari kasih sayang..
Awalnya adalah seorang calon uskup Roma yang bernama Santo Valentinus yang pada masa hidupnya (kalo gak salah 100an masehi) sering menikahkan para serdadu romawi yang dilarang menikah oleh kaisar saat itu, sehingga orang-orang mengingatnya sebagai orang yang berjasa terhadap cinta yang terlarang pada masa itu.. Abad ke 14, seorang sastrawan inggris yang bernama Geoffrey Chaucer menulis sebuah cerita yang disebut dengan Parlement of Foules yang menceritakan pada tanggal 14 februari adalah hari dimana burung-burung mencari pasangan untuk kawin.. Kemudian, aku gak tau gimana cerita pastinyanya, awal abad 19-an di eropa orang-orang mulai menulis kartu ucapan pada tanggal 14 februari, dan pada awal abad 20-an orang-orang di amerika mulai menggunakan kalimat “Happy Valentine’s day“..

hmm, sejarah itu memang sesuatu yang menarik untuk ditelusuri ๐Ÿ˜‰

jaman jebot dulu mungkin, kalo ada cowok yang ngajak seorang cewek jalan, tandanya dia suka sama si cewek.. dan kalo seandainya si cewek mau, berarti dia juga suka ama si cowok..

nah, hari makin hari kesepakatan tanda soal suka sama seseorang itu makin susah dan makin membingungkan, plus mengalami perluasan makna dan situasi..

sekarang, ngajak cewek jalan, kalo dia mau, belum tentu dia mau.. bisa aja dia cuman nganggap temen..
cewek kalo suatu saat minta dianterin belanja, belum berarti dia juga suka.. bisa aja karena dia lagi ga punya ongkos, dan kebetulan si cowok punya mobil..

membingungkan..

aku pernah diajak kenalan sama seorang cewek di Fame-Station.. akhirnya kita mulai akrab, sering nonton, sering kali kalo dia pulang kerja minta dijemput, keluarganya udah kenal baik sama aku, malah aku sering nemenin bapaknya nonton bola malem-malem abis aku nganterin dia pulang.. pegangan tangan udah mulai biasa, dan akhirnya lama kelamaan aku kebiasaan nyium kening dia kalo mau pamit..

si cewek inilah yang menginspirasikan lagu yang berjudul “pujaan langit malam” (liriknya baca di songs & poetries, lagu nomer 9)..

dan datanglah masa itu, masa ketika akhirnya kita ciuman.. bukan kening, ciuman beneran.. akhirnya besoknya aku mutusin untuk nembak dia, and guess what, dia bilang dia selama ini cuman nganggap temen..

sangat membingungkan…..

di film-film barat, even after two people sleep (I repeat with capslock and bold – SLEEP TOGETHER!!), belumlah tentu itu tanda cinta.. kalau (aku ulangi sekali lagi, KALAU.. artinya belum tentu.. belum tentu aku mau, dan belum tentu juga sanggup nolak, hehehe..) situasi ini kejadian ama aku, maka entah gimana lagi ungkapan bingungnya itu aku tuliskan…

so please, can anyone tell me and give me some advice, apa dong tanda “pakem”-nya kalo seseorang juga suka ama kita? setidaknya kan bisa meminimalisir kejadian cinta bertepuk sebelah tangan…

terbanglah yang tinggi…

    ** Hari ini, tanah Deli menangis..
    ** Udara terasa sesak oleh asap hitam,
    ** besi-besi itu membakar sekelilingnya..

    ** aku terdiam, lama sekali,
    ** tanpa sadar ikut menitikkan air mata..

    ** sudah lama aku tidak berkunjung kesana,
    ** tanah kelahiranku yang hari ini sangat berduka
    ** tapi petuah-petuah bijak para raja
    ** masih akan selalu hidup di darah ini..
    ** sampai kapan pun jua,
    ** dimanapun aku berada..

    ** beristirahatlah dengan tenang kini, saudaraku..
    ** doaku beserta ribuan lainnya,
    ** mengiringi kalian pulang ke surga…

    รขโ‚ฌโ€รขโ‚ฌโ€- poetra, 01 september 2005 @ 11.29AM

minggu-minggu ini 8 tahun yang lalu, aku sedang berada di Ujung Pandang (sekarang makasar) untuk mengikuti sebuah even tilawah Qur’an tingkat nasional yang diadakan oleh Telkom di Mesjid Al-Markaz Al-Islami Ujung Pandang, mewakili Sumatera Utara.

Selama disana, sering kali ada mobil pemadam kebakaran mondar-mandir. Memang waktu itu disana lagi kemarau, jadi kabarnya banyak kebakaran yang terjadi.

Setelah pengumuman hasil MTQ, seluruh anggota khafilah dari Sumatera Utara berkumpul, merencanakan kepulangan ke Medan. Beberapa orang temen pengen stay di jakarta beberapa hari dulu, baru kemudian pulang ke Medan. Aku juga tergoda, pengen ngeliat-liat jakarta dulu, baru rencananya pulang ke Medan hari Jum’at karena ijin bolos sampe hari sabtu (hehehe), tapi ternyata gak dikasih ijin sama ayahku.

akhirnya, sehari setelah even itu selesai (kalo nggak salah hari senin), aku berangkat dari bandara Hasanuddin. Karena nggak ada penerbangan langsung Ujung Pandang – Medan, aku transit di Jakarta. Sampe di Polonia udah malem, dijemput Ayah, Bunda, Zulfi ama Indah.

Jum’atnya, di tivi ada berita tentang pesawat jatuh di Sibolangit, airbus-nya Garuda. Yaaa, lumayan shock-lah nonton beritanya, soalnya kan hari-nya masih deketan.. Gak taunya, diberita dikabarin, kalo Garuda cuman punya 2 pesawat airbus untuk jakarta – medan, terbang bergantian setiap hari. Langsung aku ngeliat tiket pesawat, ternyata nomer pesawatnya sama dengan yang aku pake pas hari senennya.. kalo gak salah GA 152..

abis nonton berita aku langsung lemes.. kalo aja aku gak jadi pulang hari seninnya, mungkin aku yang ada di pesawat itu..

yah, pengalaman yang serem pas dipesawat nggak cuman sekali – dua kali.. sering.. kebanyakan soal cuaca buruk..
terakhir kali pas pulang ke Medan taun lalu, naek Mandala, dari cengkareng kena delay hampir 2 jam, pas mo landing ternyata hujan, di dalam pesawat goncangannya gedeee banget, orang dah pada histeris, lampu di pesawat mati, malah ada ibu-ibu yang hampir pingsan.. Syukur Alhamdulillah, sampe dengan selamat…

tadi seharian, aku nonton berita tentang pesawat mandala yang jatuh di Medan.. Jatuhnya di Padang Bulan, berarti pesawat itu belum terlalu jauh dari Polonia.

FYI, Bandara Polonia itu berada di tengah kota medan, gak jauh dari rumah dinas gubernur. Di sekeliling pagar pembatasnya aja udah jalan umum.. Memang, dari dulu jaman aku SMP, udah ada isu kalo bandara di medan mau dipindahin ke Kuala Namo, malah udah mulai dibangun sejak kapan tau.. tapi sampe sekarang blom kesampean untuk dipindahin, gak tau kenapa..

betapa hatiku takkan rindu
telah gugur pahlawanku
betapa hatiku takkan sedih
hamba ditinggal sendiri

siapa kini pelipur lara
nan setia dan perwira
siapakah kini pahlawan hati
pembela bangsa sejati

telah gugur pahlawanku
tunai sudah janji bakti
gugur satu tumbuh seribu
tanah air jaya panti

gugur bungaku di taman bakti
di haribaan pertiwi
harum semerbak menambahkan sari
tanah air jaya sakti

Hari ini, rasanya sediiih gitu nonton kejadiannya. Apalagi pas nama Tengku Rizal Nurdin (alm) dan Raja Inal Siregar (alm) ada di manifest penumpang.. Gak tau kenapa, mungkin karena aku jarang mau menghormati pejabat di negeri ini karena tingkah lakunya, tapi kedua orang pejabat tinggi di Medan ini tidak termasuk.. Beliau berdua adalah orang yang –sedikit banyak– aku masih hormati…

Inna lillahi wa inna ilahi rooji’un.. Semoga Allah menerima para korban yang meninggal di sisi-Nya, dan memberikan kekuatan untuk keluarga yang ditinggalkan..

amin….

kehilangan..


    ** selalu saja ketika satu menit aku memilikimu
    ** aku menginginkannya untuk seumur-hidupku
    ** ketika aku tak bisa menemukanmu,
    ** mungkin pikiranku akan melupakanmu
    **
    ** berkali-kali aku mencoba membencimu,
    ** sesering aku berusaha membunuhmu
    ** tapi lebih sering lagi aku lebih mencintaimu
    **
    ** aku pernah bersumpah untuk tak mengingatmu, bukan?
    ** disaat yang sama malaikat menulis itu dibuku dosaku
    ** karena aku telah mengucap sebuah kehohongan
    ** mungkin yang terbesar dalam hidupku
    **
    ** baru saja kehilangan akalku
    ** bunuhlah aku jika kau tak menyukaiku
    ** tapi kumohon, jangan tinggalkan aku…

    ——- poetra, 28 agustus 2005 @ 01.43AM

jujur aja, aku ini orangnya pelupa dan sembrono.. kalo orang medan bilang, “layas”.. dan itu banyak mengakibatkan hal yang tidak baik.. kehilangan adalah salah satunya yang paling sering..

kehilangan handphone, itu sudah sering.. feels like a pro ๐Ÿ˜€

kehilangan uang? lebih sering lagi.. mau itu kecopetan, hilang di kamar (karena naruhnya sembarangan), lupa ambil kembalian waktu belanja, macem-macem deh.. kehilangan dompet aja, yang aku inget sampe saat ini udah 4 kali..

keteraturan membuat hidup lebih mudah, tapi kejutanlah yang terkadang membuat hidup lebih indah..

kehilangan percaya diri, wah, seriiing banget.. waktu lagi mau manggung, tiba-tiba gak pede karena crowd-nya terlalu penuh, ato karena band yang sepanggung itu lebih senior, ato mendadak ngerasa lagu ciptaanku nggak ada yang suka.. waktu mau interview kerja, begitu ngeliat saingannya lebih kompeten.. waktu ketemu cewek cantik, padahal lagi jerawatan.. macem-macem..

kehilangan sandaran, pernah juga.. dulu pas masih kuliah di jogja, berantem ama orang tua, akhirnya gak ada komunikasi selama hampir setengah tahun, harus hidup sendiri, nggak ada tempat mengadu, kalo kelaparan 3 hari di kos cuman makan mi instan sehari satu.. sakit typhus selama seminggu nggak ada yang ngurusin.. sedih kalo diinget-inget..

tapi sampe sekarang, kehilangan yang paling parah adalah, kehilangan harapan.. kehilangan harapan ketika sangat mencintai seseorang, tapi kemudian dia gak bisa mencintai kita balik.. waktu kita menggantungkan hidup kita dari senyum dan suaranya, tapi ternyata nggak ada harapan lagi untuk bisa memiliki dia… itu, sakiiiiiiiiiiiiiiiit banget..

aku baru sadar, bintang itu disebut bintang bukan karena dia bersinar terang, atau karena dia indah dipandang.. tapi karena dia terlalu tinggi, dan tidak akan pernah bisa disentuh tangan..

nah, yang paling aku takutkan, adalah kehilangan rasa.. aku takut, kalo suatu saat, aku bener-bener mati rasa, gak bisa menginterpretasikan rasa sakit lagi..

saat kita terlalu sering jatuh, akhirnya rasa sakit nggak akan menjadi sesuatu hal yang menakutkan lagi.. dan saat itu, kita nggak akan pernah bisa merasakan sensasi apapun.. bahkan ketika kita bisa terbang..

kamu paling takut kehilangan apa?