22 lilin..

dulu, saya pernah berpikir, ingin secepatnya beranjak dewasa secara umur, agar tak ada lagi wanita-wanita yang menyebutkan, “aih, ternyata berondong..” ketika berkenalan dengan saya..

ya, seorang teman yang kuliah di jurusan psikologi unisba mengatakan, saya punya kecenderungan mengidap oediphus complex..

dan, tepat pagi ini, umur saya bertambah 1 tahun..

tapi, yang saya tidak sadari, ternyata para wanita-wanita itu, tetap menganggap saya masih berondong.. yang saya tidak sadari, adalah sewaktu umur saya bertambah, umur mereka juga bertambah.. itu, adalah sebuah hal yang berbanding lurus..

ah, mungkin saya urungkan saja niat saya..

sekarang, dihari ulang tahun saya, saya sudah berubah.. tidak lagi mengidap oediphus complex..

dan tadi malam, sempat terbesit di dalam pikiran, orang yang pertama kali menelpon dan mengucapkan selamat ulang tahun, kalo cewek, akan saya jadikan pacar.. dan kalo cowok, akan saya angkat sebagai saudara..

ternyata, yang pertama kali menelpon adalah daniel, temen kantor saya..

ah, tetap saja, kesepian..

seketika, tangan ini gatal untuk membuka lagi account friendsternya..dia yang selalu ada di dalam setiap doa malam saya.. dia yang bayangan wajahnya ada dimana-mana dalam kehidupan saya, bahkan menjadi header blog ini..

hari ini, doa pertama yang saya minta kepada Tuhan untuk ulang tahun saya adalah kebahagian dia..

dan refleks mata ini melihat ke status..

yah, melihat orang yang kita cintai bahagia, adalah sebuah kebahagiaan, tentunya.. walaupun dia bahagia bersama orang lain..

doa saya dijawab Tuhan, walaupun tidak sesuai dengan pesanan.

sebuah kado ulang tahun yang aneh dari Tuhan… tapi saya tahu pasti ada maksudnya, ntah apapun itu, sebentar lagi akan saya tanyakan langsung kepadaNya..

ah, sudahlah.. toh, 22 bukan angka yang jelek =)

PS: selamat ulang tahun juga kepada kakak saya, kak wida

ketika,

ketika kau mulai kesepian,
dan tak ada yang mau menemani,
saat itu kau akan mengerti apa artinya teman..

ketika kau ingin berkeluh-kesah,
dan tak seorangpun yang mau mendengarkan,
saat itu kau akan menghargai keramaian..

ketika kau mulai lelah,
berhadapan dengan berkali-kali kegagalan,
dan tak ada seorangpun yang mau memapah,
tidak pula ada yang mendengarkan,
saat itu teman, kau akan mengerti apa arti kehidupan..

ketika semuanya menjadi tidak berarti,
dan satu-satunya yang kau harapkan adalah sebuah senyuman…..

marriage syndroms..

people at my age (or should we say my friends age) sudah mulai terkena berbagai sindrom.. salah satunya adalah sindrom pernikahan. Bulan depan saja, ada 2 orang temen yang mau menikah, bulan kemaren, ada 3 resepsi yang harus dihadiri; 2 orang teman dan 1 orang sepupu..

hmmm, let’s take a look at this syndrom for a while..

# SINDROM KEKHAWATIRAN

7 dari 10 orang temenku yang mau menikah, 2 bulan sebelum Hari-H mengaku ada semacam ketakutan. Konsep bahwa mereka akan hidup dengan satu orang yang sama for the rest of their life. Setiap pembicaraan (yang aku anggap adalah semacam defense mereka karena takut aku cap sebagai playboy, heuaheauaheu) selalu dibuka dengan,

“bayangin put, setiap hari, lo akan bangun dengan melihat wajah yang sama setiap hari, SEUMUR HIDUP!!! SEUMUR HIDUP!!!”

Well, kalo dibayangkan secara serius dan dengan efek dramatisir yang hebat, actually that’s kinda spooky.. hehehehe…

No offense, I think it’s just about the right person you met, COMMITMENT, dan tentu saja, soal kesiapan. Once you get settled with your life, and then you met the right person, and both of you have a commitment, I think the rest is just about time.

# SINDROM KEENAK….

dan tentunya, 9 dari 10 orang temen setelah 1-2 bulan menikah, waktu aku tanya enak ato nggaknya menikah, selalu menjawab,

“menikah itu, enaknya cuman 10% put….” *jeda beberapa detik*
“sisanya, enak banget!!”

YEAH, tell me about it.. hehehehe…
dannnnn, tentu saja, selalu ada kalimat penutup…

“Put, Lo kan udah punya kerjaan.. Gue rasa, lo udah cukup siap, dan gue rasa juga, lo cukup punya komitmen sebagai seorang cowok.. So, elu, kapan mo nikah..?”

hmmmm…..

# SINDROM KEPINGIN

I have to admit, aku kena sindrom yang ini.. sindrom ingin cepat-cepat menikah.. sekarang mulai kerasa, waktu pulang kantor, dan kondisi badan yang capek, adalah suatu hal yang sangat menyedihkan nggak ada orang yang bisa diajak bicara, nggak ada orang yang bisa mijetin, nggak ada orang yang mbuatin kopi..

tentu saja, no one to get jiggy with, hehehehe *wink wink*

Especially, when your office mates are a 25 years or older people, and you –the youngest one– are 21 years old. Kasus ini akan sangat sering terjadi, dimana jam-jam santai –1 jam sebelum pulang kantor– akan diisi dengan pembicaraan tentang, yaa, you know what.. hehehehe…

well, my friend, we all know, komitmen yang tadi kita bicarakan diatas, bukanlah ONE WAY COMMITMENT, melainkan TWO WAY COMMITMENT..

nahh, in my case, masalahnya adalah blom ada orang yang mo diajak berkomitmen.. ingat, menjadi JOMBLO adalah sebuah pilihan, bukan sesuatu hal yang hina..

so, know it’s my turn to ask, kamu, kapan mo nikah…??