sedikit telaah

jatuh cinta.. setiap orang pasti pernah jatuh cinta..

mungkin untuk mendefinisikan jatuh cinta itu mudah.. jatuh cinta itu, disaat kita mengingat seseorang lebih dari orang lain dalam sehari hidup kita, dengan perasaan yang sulit digambarkan dengan kata-kata *butterflies in the stomach*
tapi, untuk mendefinisikan cinta itu bukan pekerjaan gampang, karena cinta didefenisikan secara objektif, karena cinta itu immateriil..

yang pasti, cinta itu persuasif dan provokatif.. kenapa?
saat seseorang jatuh cinta, maka kebanyakan pertanyaan yang muncul adalah
“am I good enuf for her/him?” atau
“dia suka nggak ya sama cowok gondrong?”
kemudian berlanjut menjadi
“kayaknya pipiku udah terlalu chubby deh..” atau
“duh, jerawat ini bikin ga pede ajah..” atau juga
“kayaknya mulai sekarang harus rajin fitness nih..” dll, dst..
begitu juga saat seseorang putus cinta, kumis, janggut dan rambut acak-acakan mungkin menjadi hiasan yang indah bagi wajah sendiri.. bahkan mungkin SKYY, JcD dan chivas regal menjadi sarapan pagi yang bergizi 😀

itulah cinta, pesonanya dapat merubah pendirian seseorang 180 derajat.

ada seseorang teman yang bertanya, “apa salah kalo aku mencintai dia?”
jawabannya, nggak.. jatuh cinta, mencintai, itu tidak pernah salah.. setiap orang punya hak untuk mencintai siapapun yang dia ingini..

tapi, saat pertanyaannya berubah menjadi “gimana kalo ntar aku ditolak?”, ini yang perlu kita bahas lebih lanjut lagi..
mencintai, itu tidak sama dengan memiliki.. cinta tidak sama dengan memiliki, walaupun ada hubungan kausal yang sangat dekat..

saat kita mencintai seseorang, kita harus merelakan apapun demi kebahagiaan dia.. disaat yang sama pula, kita harus rela untuk mengorbankan hati, jiwa dan raga untuk dia.. disaat itu juga, kita harus bersiap untuk patah hati…
maka mungkin, saat kita mencintai seseorang, tidaklah pantas untuk menjadi pencemburu, karena mungkin dia lebih bahagia dengan orang lain.. ingat, setiap orang bebas untuk mencintai siapa saja 🙂
apakah kita pernah benar-benar bisa mencintai seseorang dengan tulus?

sebab itulah, mungkin kalimat “aku sayang kamu” terasa lebih riil dibandingkan dengan kalimat “aku cinta kamu..”
dengan begitu, hak untuk cemburu menjadi legal, hak untuk memiliki menjadi sah.. maka, lebih baik untuk tidak terburu-buru dan impulsif untuk masuk kedalam substansi dan semantika cinta.. berhati-hatilah dengannya 🙂
tidak ada tindakan preventif untuk cinta, teman…

bagaimanapun juga, pembahasan tentang cinta masih ada seribu satu juta lagi.. cinta itu doktrinatif, cinta itu self destructive, cinta itu kontemplatif, cinta itu egosentris… dll, dsb..

so, bagaimana cinta menurut pandangan kamu?

romantisme subuh

aku tuliskan kalimat-kalimat ini disaat aku rindu
sangat rindu untuk bertemu denganmu
berharap sangat, bahkan hanya untuk bisa mendengar suaramu
walau aku tahu, kau tak mungkin mendengarku

aku tahu, kau begitu dekat
aku tahu itu, walau mungkin kau tak ingin mendekat…

sudahlah, mungkin memang aku hanya bisa jadi pemuja rahasiamu
orang yang akan selalu ada,
bahkan disaat mentari dan rembulan nanti bertemu

terima kasih, untuk semua tawa dan canda
terima kasih, untuk semua semangat dan nafas kehidupan
terima kasih, untuk semua perhatian dan harapan

namun, tolonglah tahu..
setiap kataku, memang terucap untukmu

dan saat ada anak adam lain yang mendekatimu,
katakan pada hatimu, aku suka kamu

ya, aku suka padamu…

[ditulis tepat setelah aku berdoa padaNya, bersyukur karena Dia telah menunjukkan kau kepadaku.. dinginnya air pagi ini, tak lagi berarti dibandingkan rindu dihati.. andai kau ada disini, untuk tahu, betapa indahnya subuh pagi ini…]

selamat datang di romantisme subuh, dimana kita semua adalah sahaya, dan cinta adalah tuannya

jalan hidup

setiap orang punya jalan hidup masing-masing, dan setiap orang juga punya kebisaan masing-masing..
bingung? sama :p

maksudku, people do several things for live.. katakanlah, ada yang jadi pegawai/karyawan, ada yang jadi musisi, ada yang jadi pengusaha, ada yang jadi pedagang, guru, dosen, engineer, pokoknya macem-macem deh..

Nah, di negara kita tercinta ini, ada semacam doktrin bahwa kita harus punya penghasilan yang tetap setiap bulannya, mungkin untuk safety di masa depan.. at least, di kampungku sana sebagian besar orang tua mengharapkan anaknya untuk bisa diterima sebagai pegawai negeri..
bahkan rela untuk merogoh koceknya 45-50 juta, agar anaknya bisa jadi pegawai negeri yang sebulannya hanya bergaji *maaf* 1% dari uang sogokan itu sendiri..

di beberapa instansi pemerintahan, hal seperti itu masih berlaku.. bahkan di akademi-akademi aparat penjaga hukum, penegak hukum, dan pencipta hukum. untuk bisa menjadi siswa di sebuah sekolah yang dikenal dengan scaba, seorang teman saya; di kampung sana, harus membayar 60 juta..
untuk masuk ke akademinya, malah bisa menghabiskan 100-150 juta..

sekali lagi maaf, tapi inilah potret bangsa kita yang tercinta ini..

bagaimana mungkin, seorang teman itu bisa konsentrasi menegakkan hukum, karena begitu lulus pun dia harus sudah berpikir bagaimana mengganti sawah yang terjual, puluhan sapi yang pindah tangan, emas ibunya yang tak lagi milik ibunya, dan lain lain.. dan lain lain..

ingin sekali rasanya, kita hidup bebas dari korupsi.. tapi, baru masuk sekolah pun kita sudah diharuskan membayar biaya ini dan itu.. adik teman saya yang tinggal dikota, untuk bisa masuk SMP yang lumayan favorit pun harus membayar uang 6 juta rupiah; biaya kuliah saya 4 semester!
nggak heran banyak anak yang gak bisa melanjutkan sekolah.. dulunya, aku berpikir emang merekanya yang malas sekolah.. tapi setelah bertanya langsung, hati ini meringis.. pedih..

beruntunglah dulu saya tinggal di kampung, yang masuk SMP-nya hanya bayar 35ribu saja.. tanpa diwajibkan harus beli seragam dari sekolah, dan lain-lain, dan lain-lain.. karena mungkin, kalau SMP pun saya harus bayar 6 juta, saya akan jadi seperti mereka.. ngamen di lampu merah..

jujur saja, hati ini pengen nangis.. dimana dan kemana masa depan bangsa ini?

mudah-mudahan hasil pemilu presiden hari ini, bisa mengubah nasib bangsa kita.. amin..